Perusahaan Kecil Australia Bingung Disebut Bangun Bisnis Ganja dengan Taliban

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Arsip- Pria Afghanistan memanen opium di ladang opium di sebuah desa di distrik Golestan, provinsi Farah, 5 Mei 2009. REUTERS/Goran Tomasevic

    Arsip- Pria Afghanistan memanen opium di ladang opium di sebuah desa di distrik Golestan, provinsi Farah, 5 Mei 2009. REUTERS/Goran Tomasevic

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah perusahaan konsultan medis kecil Australia, Cpharm, terjebak dalam badai publisitas yang tak terduga setelah disebut sepakat dengan Taliban untuk mendanai pabrik pengolahan ganja senilai $450 juta di negara Asia Tengah itu.

    Sebuah laporan oleh Pajhwok Afghan News Afghanistan mengatakan perwakilan Cpharm yang berbasis di Australia telah bertemu dengan pejabat kontra-narkotika di Kementerian Dalam Negeri untuk membahas produksi obat-obatan dan krim di pabrik, menawarkan penggunaan ganja legal, yang tersebar luas di sana.

    Laporan itu diambil oleh sejumlah outlet global termasuk Times of London, yang memuat kisahnya sendiri dengan menyebut perusahaan Australia. Akun Twitter terverifikasi yang ditautkan ke BBC dan outlet berita Timur Tengah Al Arabybia mengulangi klaim tentang perusahaan Australia itu.

    Tetapi Cpharm Australia, sebuah bisnis keluarga dengan 17 staf di  Maitland, tidak pernah berbicara dengan Taliban dan tidak memiliki transaksi di luar negeri atau melibatkan ganja, kata perusahaan itu kepada Reuters.

    "Kami hanya mencoba mencari tahu apa yang akan kami lakukan untuk menghentikannya," kata kepala keuangan Cpharm Australia, Tony Gabites, melalui telepon dari kantor pusat perusahaan, yang terletak 166 km dari Sydney.

    "Kami mendapat 40 atau 50 panggilan hari ini. Itu di luar kendali dan itu semua bohong, teman-teman media ... tidak melakukan konfirmasi apa pun yang ingin mereka publikasikan," katanya.

    Gabites menduga laporan itu berasal dari tweet akun terkait Taliban yang menyebut sebuah perusahaan bernama Cpharm, merujuk pada organisasi lain di tempat lain di dunia dengan nama yang sama.

    Cpharm Australia memberikan saran medis tentang produk farmasi dan bukan produsen sehingga tidak akan mengambil kontrak manufaktur dalam hal apa pun. Mereka juga tidak akan mampu mengumpulkan $450 juta, kata Gabites.

    Perusahaan akan mengambil jalur hukum jika kehilangan bisnis karena liputan soal ganja yang keliru itu. "Sebagian besar perusahaan yang kita tangani akan melihat artikel itu dan tertawa," kata Gabites.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Semeru: Fakta dan Data...

    Semeru mengalami peningkatan aktivitas vulkanis pada 4 Desember 2021. Erupsi Semeru kali ini diduga akibat curah hujan tinggi dan sejumlah faktor.