Olaf Scholz Dilantik Jadi Kanselir Jerman Bulan Depan

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Penjabat Kanselir Jerman Angela Merkel menerima karangan bunga dari penjabat Menteri Keuangan Jerman Olaf Scholz sebelum rapat kabinet mingguan di Kanselir di Berlin, Jerman, 24 November 2021. Markus Schreiber/Pool via REUTERS

    Penjabat Kanselir Jerman Angela Merkel menerima karangan bunga dari penjabat Menteri Keuangan Jerman Olaf Scholz sebelum rapat kabinet mingguan di Kanselir di Berlin, Jerman, 24 November 2021. Markus Schreiber/Pool via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemenang Pemilu Jerman, Olaf Scholz,  mengumumkan kesepakatan antara Partai Sosial Demokrat, Partai Demokrat Bebas dan Partai Hijau untuk membentuk koalisi pemerintahan baru, Rabu, 25 November 2021. 

    Koalisi pemerintahan baru Jerman ini bertekat memodernisasi ekonomi terbesar Eropa itu, mempercepat transisi hijau dan menurunkan tirai era Angela Merkel.

    Aliansi tersebut, yang pertama di tingkat federal antara Partai Hijau yang secara ideologis berbeda dengan Demokrat Bebas (FDP) dan SPD kiri-tengah Scholz, mengakhiri 16 tahun pemerintahan konservatif yang dipimpin Merkel.

    Ketiga partai meraih suara mayoritas di majelis rendah parlemen. Pemerintah akan dilantik pada awal bulan depan setelah mereka meratifikasi pakta koalisi 177 halaman.

    Aliansi Lampu Lalu Lintas ini, yang sebutannya berdasarkan warna masing-masing partai, akan mengantar era baru hubungan dengan Eropa, dan berencana untuk mempercepat digitalisasi ekonomi terbesar di benua itu sambil mempertahankan disiplin fiskal.

    Pada konferensi pers di Berlin, diapit oleh para pemimpin FDP dan Partai Hijau, Scholz mengatakan, ketika lampu lalu lintas pertama dipasang di kota Potsdamer Platz pada 1924, banyak yang mempertanyakan apakah lampu itu bisa berfungsi.

    “Saat ini, lampu lalu lintas sangat diperlukan untuk mengatur hal-hal dengan jelas dan memberikan orientasi yang tepat dan memastikan bahwa setiap orang bergerak maju dengan aman dan lancar,” katanya.

    "Ambisi saya sebagai kanselir adalah bahwa aliansi lampu lalu lintas ini akan memainkan peran terobosan yang sama untuk Jerman."

    Merkel meninggalkan sepatu besar untuk diisi. Dia telah menavigasi Jerman dan Eropa melewati berbagai krisis dan menjadi juara demokrasi liberal dalam menghadapi meningkatnya otoritarianisme di seluruh dunia.

    Pengkritiknya mengatakan dia telah berhasil namun juga meninggalkan keputusan sulit penggantinya di banyak bidang.

    Pemerintah yang akan datang menghadapi tantangan langsung, dengan Eropa bergulat dari dampak  Brexit, krisis di perbatasan Uni Eropa dengan Belarus dan melonjaknya kasus Covid-19.

    Scholz, 63 tahun, seorang politisi berpengalaman yang menjadi menteri keuangan dalam "koalisi besar" SPD dan konservatif, mengatakan bahwa memerangi pandemi  akan menjadi prioritas utamanya.  

    Tetapi koalisinya juga memiliki rencana jangka menengah dan panjang yang ambisius, termasuk perluasan energi terbarukan yang lebih cepat, percepatan keluar dari batu bara yang berpolusi, dan kenaikan upah minimum, menurut pakta tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Semeru: Fakta dan Data...

    Semeru mengalami peningkatan aktivitas vulkanis pada 4 Desember 2021. Erupsi Semeru kali ini diduga akibat curah hujan tinggi dan sejumlah faktor.