India dan Pakistan Tegang, Amerika Ketar-Ketir

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Demo anti India. AFP| Ridwan Tabasum

    Demo anti India. AFP| Ridwan Tabasum

    TEMPO Interaktif ,  Islamabad: Genderang perang sayup-sayup terdengar di perbatasan Pakistan dan India. Melihat kemungkinan lebih buruk antara dua negara yang mempunyai kekuatan nuklir ini, Amerika buru-buru melerai kedua negara yang bertetangga ini.

    demo anti indiaDari isu terakhir, Pakistan mulai mengalihkan ribuan tentaranya di perbatasan Afghanistan ke perbatasan dengan India. Sejumlah saksi menyatakan mulai ada peningkatan ketegangan di antara dua negara.


    Melalui hubungan diplomatik, Gedung Putih mulai membujuk Islamabad dan New Delhi untuk menurunkan akitifitas militernya. Ketegangan ini muncul usai penyerangan kelompok militan bersenjata ke Mumbai, dan kemudian India menyalahkan Pakistan sebagai basis militan.


    Pejabat Pakistan membenarkan adanya pergerakan tentara mereka yang berada di perbatasan dengan Afghanistan --untuk menghadapi kelompok Militan Taliban dan Al Qaeda-- mulai bergeser ke arah timur, yang berbatasan dengan India. “Tapi itu hanyalah kekuatan kecil,” ujar pejabat pertahanan Pakistan.


    Namun pergerakan militer yang terbatas ini, dilihat oleh pejabat senior pertahanan dan keamanan India sebagai alarm tanda bahaya. Sedangkan, India juga memperparah ketegangan dengan menyarankan warganya untuk tidak melawat ke Pakistan karena dianggap tidak aman.


    Sementara di Washington, Gedung Putih sudah ketar-ketir dengan ketegangan dua negara bertetangga ini. “Pejabat Amerika mengingatkan India dan Pakistan untuk menurunkan tensi. Kami lanjutkan agar keduanya mau bekerja sama melakukan penyelidikan insiden Mumbai,” ujar juru bicara Gedung Putih Gordon Johndroe. “Kami juga tidak ingin mereka melakukan aktifitas yang bisa meningkatkan ketegangan.”


    Perdana Menteri Pakistan Yousuf Raza Gilani menyatakan bahwa negaranya mencintai perdamaian dan tidak membuat desain penyerangan, tapi hanya mengingatkan pihaknya bisa merespons jika diserang.


    AP| AFP| NUR HARYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.