Ratu Penipu Kripto Masih Raib, Seret Pengacaranya dalam Kasus Pencucian Uang

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ruja Ignatova (Youtube/BBC)

    Ruja Ignatova (Youtube/BBC)

    TEMPO.CO, Jakarta - Ruja Ignatova, yang menghilang setelah penipuannya melalui mata uang kripto OneCoin dengan kerugian nasabah sampai 10 miliar poundsterling atau Rp195 triliun terbongkar, menyeret bekas pengacaranya dalam kasus pencucian uang.

    Pengacara Ignatova, Martin Breidenbach, diadili di Münster, Jerman, bersama dengan dua orang lainnya, Rabu,3 November 2021. Dia dituduh melakukan pencucian uang dengan memfasilitasi transfer sebesar 20 juta euro (Rp440 miliar) ke firma hukum London. Dana tersebut digunakan untuk membeli apartemen mewah.

    Ruja Ignatova, doktor lulusan Universitas Oxford, membangun bisnis OneCoin, yang ternyata merupakan skema Ponzi. Ia berhasil menggaet jutaan nasabah hingga mendapat julukan Cryptoqueen.

    Ketika kedok penipuannya terbongkar pada 2017, ia mengilang. Menurut The Sun, polisi Kota London menutup penyelidikannya terhadap OneCoin tanpa membuat tuntutan apa pun pada tahun 2019.

    Menurut BBC, uang hasil menipu banyak dipakai untuk membiayai hidup mewahnya. Ia membeli sebuah penthouse seluas 650 meter persegi di kawasan elit Kensington seharga 13,5 juta pound (Rp264 miliar). Rumah ini dulu adalah milik artis Duffy.

    Pengusaha glamor membangun kerajaan dunia maya dengan meyakinkan lebih dari satu juta orang di seluruh dunia untuk berinvestasi dalam apa yang dia sebut "Pembunuh Bitcoin".

    Ini merupakan salah satu penipuan terbesar di dunia melalui mata uang kripto OneCoin 

    Diperkarakan di AS

    Kasus ini juga diperkarakan di Pengadilan Amerika Serikat. Adik Ignatova, Konstantin Ignatov, yang menjalankan OneCoin Ltd,  dituduh menipu investor yang menginginkan keuntungan besar dan risiko rendah, dalam skema yang dianggap sebagai penipuan.

    Para terdakwa “menciptakan perusahaan cryptocurrency bernilai miliaran dolar yang sepenuhnya didasarkan pada kebohongan dan penipuan,” kata Jaksa Geoffrey Berman di Manhattan dalam sebuah pernyataan seperti dikutip Reuters, September 2019. “Investor menjadi korban sementara para terdakwa menjadi kaya.”

    Ignatov, 33, dari Sofia, Bulgaria, didakwa dengan konspirasi penipuan dan ditahan setelah ditangkap di Bandara Internasional Los Angeles.

    Ruja Ignatova, 38 tahun, juga dari Sofia, didakwa dengan penipuan kawat, penipuan sekuritas dan konspirasi. Dia buron sejak menghilang pada Oktober 2017.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Ahok dalam Empat Nama Kandidat Kepala Otorita Ibu Kota Negara Baru

    Nama Ahok sempat disebut dalam empat nama kandidat kepala otorita Ibu Kota baru. Siapa tiga nama lain yang jadi calon pengelola IKN Nusantara?