Hamas Bersedia Perpanjang Gencatan Senjata

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Kairo: Seorang pemimpin senior kelompok pejuang Palestina Hamas mengatakan pihaknya mungkin akan memperpanjang gencatan senjata dengan Israel di Jalur Gaza yang berakhir pekan lalu. Akan tetapi, itu semua tergantung respons Israel terhadap tawaran masa tenang 24 jam yang dimediasi Mesir.

    Hal tersebut diungkapkan Mahmud Zahar dalam wawancara kepada surat kabar Mesir, al-Ahram. Hamas sendiri menyetujui masa tenang yang dimediasi Mesir dengan imbalan bantuan dari Mesir.

    "Situasi ini akan dinilai setelah akhir (masa tenang) dan gencatan tembakan roket selama seharu. Jika ada perkembangan positif, makan mungkin ada perpanjangan," ujar Zahar seperti dikutip al-Ahram.

    Zahar, yang dianggap sebagai salah satu pemimpin garis keras Hamas, mengatakan pihaknya bersedia memperpanjang gencatan senjata jika Israel tidak memblokade Jalur Gaza dan menghentikan serangan ke wilayah tersebut.

    Pada Senin, seorang perwakilan Hamas di Gaza mengancam akan melakukan serangan bom bunuh diri di Israel jika Israel terus menebar ancaman untuk menginvasi Gaza. Ketegangan antara Israel dan Palestina kembali memanas setelah gencatan senjata enam bulan berakhir, Jumat lalu.

    AFP| KODRAT SETIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.