Penasihat Keamanan AS Temui Pemerintah Bayangan Myanmar

Reporter

Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan menunggu dimulainya pertemuan penasihat keamanan nasional di markas NATO di Brussels, Belgia 7 Oktober 2021. [Virginia Mayo/Pool via REUTERS]

TEMPO.CO, Jakarta - Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat Jake Sullivan pada Senin bertemu dengan perwakilan Pemerintah Persatuan Nasional Myanmar (NUG), yang dibentuk oleh penentang kekuasaan junta militer, kata Gedung Putih pada Senin malam.

Dalam pertemuan virtual tersebut, Jake Sullivan menegaskan kembali dukungan AS yang berkelanjutan untuk gerakan pro-demokrasi di Myanmar dan membahas upaya berkelanjutan untuk memulihkan jalan negara menuju demokrasi dengan perwakilan NUG Duwa Lashi La dan Zin Mar Aung, kata Gedung Putih.

Sullivan menyatakan keprihatinan atas kekerasan militer dan mengatakan AS akan menuntut pertanggungjawaban atas kudeta, menurut Gedung Putih, dilaporkan Reuters, 26 Oktober 2021.

Jake Sullivan menyatakan keprihatinan khusus atas penangkapan aktivis pro-demokrasi Ko Jimmy dan mencatat Amerika Serikat akan terus mengadvokasi pembebasannya, menurut pernyataan itu.

Aktivis demokrasi veteran Myanmar Ko Kyaw Min Yu, lebih dikenal sebagai Ko Jimmy, adalah salah satu pemimpin Kelompok Pelajar Generasi 88. Dia dirawat di rumah sakit dalam kondisi kritis dengan cedera kepala parah setelah ditangkap oleh junta dalam serangan semalam di Yangon, menurut istrinya, dilaporkan surat kabar Myanmar Irrawaddy.

Jake Sullivan dan pejabat NUG juga membahas pandemi Covid-19 di Myanmar dan upaya AS yang sedang berlangsung untuk memberikan bantuan kemanusiaan langsung kepada rakyat Myanmar.

Protes dan kerusuhan telah melumpuhkan Myanmar sejak kudeta militer 1 Februari, dengan militer dituduh melakukan kekejaman dan kekuatan berlebihan terhadap warga sipil. Junta menyalahkan kerusuhan pada "teroris" yang bersekutu dengan pemerintah bayangan.

Mengakui junta militer sebagai pemerintah negara itu tidak akan menghentikan kekerasan yang meningkat, kata utusan khusus PBB untuk Myanmar mengatakan sebelumnya pada Senin.

Baca juga: 4 Polisi dan Tentara Terkena Ledakan setelah Demo Pendukung Junta Myanmar

REUTERS | IRRAWADDY






2.000 Pejuang Dilaporkan Tewas Melawan Junta Myanmar

1 jam lalu

2.000 Pejuang Dilaporkan Tewas Melawan Junta Myanmar

NUG sebagai pemerintah sipil Myanmar yang diakui dunia, juga mendesak sekutu untuk memberikan bantuan militer seperti halnya Ukraina


Utusan LGBTQIA+ AS Ditolak MUI, Kemlu Analogikan Buah Tangan Tak Sesuai Budaya

2 jam lalu

Utusan LGBTQIA+ AS Ditolak MUI, Kemlu Analogikan Buah Tangan Tak Sesuai Budaya

Kementerian Luar Negeri RI menanggapi rencana kunjungan Utusan Khusus Amerika Serikat untuk Hak LGBTQIA+ Jessica Stern ke Indonesia.


Kehadirannya Ditolak MUI, Ini Sosok Jessica Stern Utusan Khusus Biden soal LGBTQI+

6 jam lalu

Kehadirannya Ditolak MUI, Ini Sosok Jessica Stern Utusan Khusus Biden soal LGBTQI+

Jessica Stern ditunjuk Biden sebagai Utusan Khusus AS mengawasi implementasi memorandum Presiden AS tentang Memajukan HAM LGBTQI+ di Seluruh Dunia.


Joe Biden Calonkan Lynne Tracy Jadi Duta Besar Amerika untuk Rusia

22 jam lalu

Joe Biden Calonkan Lynne Tracy Jadi Duta Besar Amerika untuk Rusia

Duta Besar Amerika Serikat untuk Rusia saat ini menjadi salah satu jabatan diplomatik Amerika yang paling penting dan menantang.


Hakeem Jeffries, Laki-laki Kulit Hitam Pertama yang Jadi Ketua DPR Amerika dari Partai Demokrat

1 hari lalu

Hakeem Jeffries, Laki-laki Kulit Hitam Pertama yang Jadi Ketua DPR Amerika dari Partai Demokrat

Hakeem Jeffries mencetak sejarah karena menjadi laki-laki kulit hitam pertama yang menduduki jabatan Ketua DPR Amerika Serikat dari Partai Demokrat


Kepala Intel Putin Bahas Nuklir dan Ukraina dengan Direktur CIA

1 hari lalu

Kepala Intel Putin Bahas Nuklir dan Ukraina dengan Direktur CIA

Kepala badan intelijen luar negeri Rusia membahas masalah nuklir dan Ukraina dalam pertemuan dengan Direktur CIA di Turki


Amerika Serikat Lawan Iran di Piala Dunia 2022, Banyak Meme Lucu Tersebar di Media Sosial

1 hari lalu

Amerika Serikat Lawan Iran di Piala Dunia 2022, Banyak Meme Lucu Tersebar di Media Sosial

Beberapa penggemar sepak bola menyebut pertandingan Amerika Serikat melawan Iran di Piala Dunia 2022 sebagai pertandingan 'Piala Perang'.


Kanye West Komplain Uang Rp 1 Triliun Dibekukan karena Dituduh Menunggak Pajak

1 hari lalu

Kanye West Komplain Uang Rp 1 Triliun Dibekukan karena Dituduh Menunggak Pajak

Kanye West tidak bisa mengambil uang yang ada dalam rekening itu yang totalnya sebesar Rp 1,1 triliun atas dugaan mengemplang pajak.


Christian Pulisic Yakin Bisa Tampil di 16 Besar Piala Dunia 2022, saat AS Lawan Belanda pada Sabtu 3 Desember

1 hari lalu

Christian Pulisic Yakin Bisa Tampil di 16 Besar Piala Dunia 2022, saat AS Lawan Belanda pada Sabtu 3 Desember

Christian Pulisic dirawat di rumah sakit setelah mengalami cedera saat AS mengalahkan Iran 1-0 untuk memastikan lolos ke 16 besar Piala Dunia 2022.


Senat AS Meloloskan RUU Perlindungan Pernikahan Sesama Jenis

2 hari lalu

Senat AS Meloloskan RUU Perlindungan Pernikahan Sesama Jenis

Pernikahan sesama jenis di Amerika Serikat akan dilindungi Undang-undang. RUU ini untuk memproteksi seandainya pernikahan sesama jenis ditentang MA.