Inggris Ingin Hindari Lockdown Walau Kasus Baru Covid-19 Naik Lagi

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Petugas bersiap memindahkan jenazah korban virus Corona di Masjid Ghamkol Sharif yang dijadikan kamar mayat sementara bagi jenazah korban virus Corona, di Birmingham, Inggris, 21 April 2020. Peta penyebaran COVID-19 mencatat hingga Rabu (22/4) sore, jumlah kematian akibat virus Corona di Inggris mencapai 17.337 jiwa. REUTERS/Carl Recine

    Petugas bersiap memindahkan jenazah korban virus Corona di Masjid Ghamkol Sharif yang dijadikan kamar mayat sementara bagi jenazah korban virus Corona, di Birmingham, Inggris, 21 April 2020. Peta penyebaran COVID-19 mencatat hingga Rabu (22/4) sore, jumlah kematian akibat virus Corona di Inggris mencapai 17.337 jiwa. REUTERS/Carl Recine

    TEMPO.CO, Jakarta - Inggris mencatatkan kenaikan kasus baru positif Covid-19 tertinggi sejak Juli 2021. Kenaikan tersebut, terjadi sepanjang sepekan terakhir sehingga membuat Perdana Menteri Boris Johnson mempertimbangkan untuk kembali lockdown.  

    Data yang dipublikasi Pemerintah Inggris memperlihatkan pada Sabtu, 23 Oktober 2021, ada sekitar 333.465 orang di Inggris positif Covid-19 dalam tempo tujuh hari terakhir. Jumlah ini naik 15 persen dibanding sepekan sebelumnya dan tertinggi dalam tujuh hari berturut-turut sejak 21 Juli 2021.

    Staf medis menangani pasien di ambulans di RS St Thomas's, saat wabah virus corona Covid-19 di London, Inggris, 26 Maret 2020. REUTERS/Hannah McKay

    Pada Sabtu, 23 Oktober 2021, ada 44.985 kasus baru positif Covid-19. Jumlah itu turun dibanding sehari sebelumnya, yakni 49.298 kasus.

    Dalam sepekan terakhir, kematian akibat Covid-19 naik sampai 12 persen. Dengan begitu, total pasien Covid-19 yang berujung dengan kematian sebanyak 139.461 orang. Jumlah itu tertinggi di Eropa setelah Rusia.

       

    Imunisasi vaksin virus corona dan perawatan bagi pasien Covidd-19 yang lebih baik, telah membantu mengurangi secara signifikan kematian akibat Covid-19 dibanding pada awal-awal penyebaran Covid-19. Kematian akibat Covid-19 di Inggris saat ini masih lebih tinggi dibanding negara-negara lain di Eropa, yang bertetangga dengan Inggris.

    Perdana Menteri Johnson meyakinkan pihaknya tidak berharap Inggris kembali lagi lockdown. Pada Jumat, 23 Oktober 2021, Johnson mengatakan sejauh ini lockdown belum menjadi pilihan.   

    Baca juga: ISIS Klaim Bertanggung Jawab dalam Serangan di Desa Kongo, 16 Warga Tewas

    Sumber: Reuters

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.   


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Semeru: Fakta dan Data...

    Semeru mengalami peningkatan aktivitas vulkanis pada 4 Desember 2021. Erupsi Semeru kali ini diduga akibat curah hujan tinggi dan sejumlah faktor.