Kasus Covid-19 Naik, Menteri Keuangan Tak Mau Inggris Lockdown Lagi

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Menteri Keuangan Inggris Rishi Sunak berbicara pada pertemuan para menteri keuangan dari seluruh kelompok negara G7 menjelang KTT para pemimpin G7, di Lancaster House di London, Inggris 4 Juni 2021. [Stefan Rousseau/PA Wire/Pool via REUTERS]

    Menteri Keuangan Inggris Rishi Sunak berbicara pada pertemuan para menteri keuangan dari seluruh kelompok negara G7 menjelang KTT para pemimpin G7, di Lancaster House di London, Inggris 4 Juni 2021. [Stefan Rousseau/PA Wire/Pool via REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Inggris Rishi Sunak menyatakan tidak perlu bagi Inggris untuk kembali ke masa diberlakukannya pengetatan aturan pencegahan Covid-19. Hal itu disampaikan menyusul naiknya kasus Covid-19 di Inggris.   

    “Saya rasa kita di kondisi yang berbeda dengan keadaan setahun lalu karena sekarang sudah ada vaksin virus corona. Ada banyak perlindungan dan ini mengubah keadaan. Ini barisan pertahanan kita,” kata Sunak.    

    Aturan pencegahan penyebaran Covid-19 di Inggris secara signifikan telah berdampak pada perekonomian Inggris. Sebab banyak larangan yang diberlakukan untuk aktivitas perekonomian. Bagi Sunak saat ini, ekonomi Inggris adalah prioritas.

      

    Orang-orang berjalan di stasiun Waterloo, di tengah pandemi penyakit coronavirus (COVID-19), London, Inggris, 19 Juli 2021. [REUTERS/Peter Nicholls]

    Sebelumnya pada Jumat pagi, 22 Oktober 2021, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan lockdown untuk mencegah penyebaran Covid-19 tidak ada dalam pilihan. Pernyataan itu disampaikan setelah tim penasehat memperingatkan tindakan awal dengan melonggarkan aturan Covid-19, malah akan membutuhkan pengetatan aturan ke depannya nanti.     

    Kasus positif Covid-19 di Inggris adalah yang tertinggi di Eropa. Pada pekan ini, kasus harian infeksi virus corona di sana telah menyentuh rekor tertinggi dalam tiga bulan. Namun dengan adanya imunisasi vaksin virus corona, berarti angka kematian akibat Covid-19 masih akan tetap di bawah level tahun sebelumnya ketika vaksin Covidd-19 belum ada.

    Baca juga: Pengungsi Afghanistan di Indonesia Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19 

         

    Sumber: Reuters

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.   


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Semeru: Fakta dan Data...

    Semeru mengalami peningkatan aktivitas vulkanis pada 4 Desember 2021. Erupsi Semeru kali ini diduga akibat curah hujan tinggi dan sejumlah faktor.