Top 3 Dunia: Malaysia Usul Jembatan Malaka Hingga Tewasnya Blogger Gabby Petito

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Jembatan Malaka hasil lukisan artis (The Star)

    Jembatan Malaka hasil lukisan artis (The Star)

    TEMPO.CO, Jakarta - Berita terpopuler dunia sepanjang Rabu, 22 Oktober 2021, di antaranya Malaysia pernah usulkan jembatan Malaka-Dumai, Amerika Serikat yang akan mengambil langkah politik untuk menekan junta Myanmar, dan misteri tewasnya blogger wisata Gabby Petito di Florida.

    Ketiga berita internasional tersebut dirangkum dalam Top 3 Dunia.

    1. Malaysia Pernah Usulkan Jembatan Malaka-Dumai, tapi Ditolak SBY

    Pemerintah Malaysia, selain mengusulkan pembangunan terowongan yang menghubungkan Malaka dengan Sumatera, juga pernah mengusulkan pembangunan jembatan dari Malaka ke Dumai, Riau.

    Namun usulan itu ditolak oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ketika berbicara di depan masyarakat Indonesia di Berlin, 5 Maret 2013, ia mengatakan empat tahun lalu, Malaysia mengusulkan pembangunan jembatan yang menghubungkan Dumai ke Semenanjung Malaysia.

    Menurut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, seperti dikutip dari harian Suara Pembaruan, alasan menolak jembatan Sumatera-Malaysia karena khawatir kekayaan Sumatera akan habis tersedot ke Asia.

    SBY akhirnya memprioritaskan pembangunan jembatan di dalam negeri, di mana pada saat itu ia berencana membangun jembatan Selat Sunda yang menghubungkan Jawa dan Sumatera.

    Jembatan Selat Malaka ini dirancang dengan panjang 49 km dari Telok Gong, dekat Masjid Tanah, negara bagian Malaka di Semenanjung Malaysia, ke Pulau Rupat dan dilanjutkan ke Dumai, Riau.

    Biaya yang dianggarkan 12,5 milliar dolar AS atau setara Rp171 triliun. Menurut Ketua Straits of Malacca Partners, Tan Sri Ibrahim Zain, Bank Export-Import Cina bersedia mendanai 85 persen dari total biaya. Baca berita selengkapnya di sini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Semeru: Fakta dan Data...

    Semeru mengalami peningkatan aktivitas vulkanis pada 4 Desember 2021. Erupsi Semeru kali ini diduga akibat curah hujan tinggi dan sejumlah faktor.