Lockdown di Melbourne Australia Berakhir

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Seni yang diilhami oleh virus Corona terlihat menempel di pohon dekat Albert Park saat pemberlakuan lockdown untuk mengekang penyebaran penyakit virus corona (COVID-19) di Melbourne, Australia, 5 Agustus 2020. AAP/James Ross via REUTERS

    Seni yang diilhami oleh virus Corona terlihat menempel di pohon dekat Albert Park saat pemberlakuan lockdown untuk mengekang penyebaran penyakit virus corona (COVID-19) di Melbourne, Australia, 5 Agustus 2020. AAP/James Ross via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Masyarakat Melbourne memenuhi pub-pub, restoran dan salon kecantikan pada Jumat, 22 Oktober 2021 setelah Kota itu menjalani lockdown ketat. Lockdown diberlakukan demi menghentikan penyebaran wabah Covid-19.

    Melbourne adalah kota terbesar kedua di Australia. Selama 262 hari atau hampir 9 bulan, masyarakat di Kota itu hidup dalam sejumlah larangan dan enam kali lockdown secara terpisah sejak Maret 2020. Itu artinya, lockdown di Melbourne telah menjadi yang terlama dari kota mana pun di dunia.     

    Ibu Kota Argentina, Buenos Aires, pada tahun lalu menjalani lockdown selama 234 hari.

    Sebuah kawasan terlihat sepi dan kosong saat lockdown di Sydney, Australia, 28 Juli 2021. Lebih dari dua juta penduduk Sydney di delapan hotspot virus corona akan dipaksa untuk memakai masker di luar ruangan dan harus tinggal dalam jarak 5 km (3 mil) dari rumah mereka. (Xinhua/Hu Jingchen)

    Pada kamis malam, 21 Oktober 2021, pukul 11:59, masyarakat Kota Melbourne bersorak dan bertepuk tangan dari balkon rumah mereka. Sedang mobil di jalanan membunyikan klakson saat lockdown terakhir yang diberlakukan sejak awal Agustus 2021, resmi berakhir.  

         

    Dengan berakhir lockdown ini, banyak tempat-tempat seperti restoran dan tempat potong rambut, buka lebih awal. Josh Mihan, pemilik usaha cukur rambut Bearded Man di Kota Melbourne, mengatakan pesanan untuk melakukan cukur rambut di tempatnya hampir penuh untuk bulan depan. Dia pun mendesak pelanggannya membuat janji untuk Natal.

    Kondisi yang sama juga terlihat di Sydney, kota terbesar kedua di Australia, yang sudah melonggarkan lockdown hampir dua pekan lalu. Otoritas mulai melonggarkan lockdown setelah angka imunisasi vaksin virus corona di sana mengalami kenaikan.

    Sekitar 70 persen orang dewasa di Australia sudah disuntik vaksin virus corona. Banyak warga Australia yang berencana terbang ke luar negeri lagi karena perbatasan internasional akan mulai dilonggarkan per November 2021.

      

    Baca juga: Staf Kedutaan Amerika Serikat di Bogota Kena Penyakit Misterius

    Sumber: Reuers      

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.    


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fitur Stiker

    Fitur "Add Yours" Instagram dapat mengundang pihak yang berniat buruk untuk menggali informasi pribadi pengguna. User harus tahu bahaya oversharing.