Corona di Rusia Makin Ganas, Ahli Temukan Varian Baru yang Sangat Menular

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Seorang perempuan menerima dosis vaksin Sputnik V untuk melawan penyakit virus corona (COVID-19) di pusat vaksinasi di pusat perbelanjaan di Omsk, Rusia, 29 Juni 2021. [REUTERS/Alexey Malgavko]

    Seorang perempuan menerima dosis vaksin Sputnik V untuk melawan penyakit virus corona (COVID-19) di pusat vaksinasi di pusat perbelanjaan di Omsk, Rusia, 29 Juni 2021. [REUTERS/Alexey Malgavko]

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Rusia melaporkan varian baru virus Corona di tengah kasus infeksi yang terus naik. Varian baru AY.4.2 itu diyakini lebih menular dari varian Delta. Hal ini diungkapkan Kamil Khafizov, Kepala Kelompok Ilmiah untuk Pengembangan Metode Diagnostik Baru dari Russian Central Scientific Research Institute of Epidemiology,

    Varian AY.4.2 ditemukan di Inggris. Menurut ilmuwan Inggris, varian tersebut adalah salah satu dari 45 subspesies Delta.

    Direktur Institut Genetika di University College London Francois Balloux menyatakan bahwa varian baru dapat menyebar 10-15 persen lebih cepat dari varian sebelumnya. "Ya, beberapa kasus terisolasi dari varian AY.4.2 Covid-19 sudah tercatat di Rusia. (Ini) salah satu dari banyak subtipe varian Delta, yang mungkin memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan aslinya dan versi lain dari patogen," kata Balloux.

    Dikutip dari kanntor berita Rusia TASS, menurut Khafizov ditemukannya varian baru kemungkinan akan memperburuk situasi epidemiologis di Rusia. "Varian Delta telah menyebabkan peningkatan insiden yang serius, dan AY.4.2 kemungkinan akan membuat lonjakan kasus COVID-19," ujarnya.

    Varian AY.4.2 kemungkinan segera menggantikan Delta. "Ini hanya varian yang sedikit lebih menular," katanya. Di saat yang sama, Khafizov menekankan bahwa vaksin Rusia efektif melawan varian AY.4.2.

    Rusia sedang kewalahan mengatasi penyebaran corona hingga menyebabkan kasus harian terus melonjak. Kemarin, Presiden Rusia Vladimir Putin setuju menutup tempat kerja selama seminggu mulai awal November.

    Kematian terkait virus corona di seluruh Rusia dalam 24 jam terakhir mencapai rekor harian lainnya di 1.028, dengan 34.073 infeksi baru. 

    Putin mengatakan kantor ditutup mulai 30 Oktober hingga 7 November. Meski demikian, ia berjanji tak memotong gaji para pegawai.

    Baca: Covid-19 Rusia Naik Lagi, Vladimir Putin Akan Tutup Tempat Kerja Selama Seminggu

    TASS | REUTERS

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Prosedur dan Syarat Perjalanan selama PPKM Level 3 Nataru

    Pemerintah mengeluarkan syarat dan prosedur perjalanan selama PPKM saat Natal dan Tahun Baru. Perjalanan ke masuk dari luar negeri juga diperketat.