Taliban Setuju Bekerja Sama dengan Rusia, China dan Iran Hadapi ISIS

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Utusan Presiden Rusia untuk Afghanistan Zamir Kabulov berjabat tangan dengan perwakilan delegasi Taliban Mawlawi Shahabuddin Dilawar sebelum dimulainya pembicaraan internasional tentang Afghanistan di Moskow, Rusia, 20 Oktober 2021. [Alexander Zemlianichenko/Pool via REUTERS]

    Utusan Presiden Rusia untuk Afghanistan Zamir Kabulov berjabat tangan dengan perwakilan delegasi Taliban Mawlawi Shahabuddin Dilawar sebelum dimulainya pembicaraan internasional tentang Afghanistan di Moskow, Rusia, 20 Oktober 2021. [Alexander Zemlianichenko/Pool via REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Taliban setuju menjalin kerja sama dengan Rusia, China dan Iran untuk mengatasi ancaman ISIS dan perdagangan narkoba di Afghanistan. Dalam pembicaraan di Moskow, 10 negara peserta juga mendesak bantuan kemanusiaan untuk Afghanistan. Amerika Serikat juga diminta mendanai upaya rekonstruksi di Afghanistan.

    Pertemuan di Moskow terjadi setelah Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan ancaman teroris ISIS di Afghanistan utara. Dalam sebuah pernyataan bersama pada Rabu, pihak-pihak yang menghadiri pertemuan Moskow mengatakan telah menyuarakan keprihatinan tentang aktivitas kelompok teror. Negara-negara itu juga bersedia mempromosikan keamanan di Afghanistan.

    Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov, yang berpidato dalam pertemuan itu mengkritik tidak hadirnya pejabat AS. Ia juga mengatakan ISIS dan al-Qaeda berusaha untuk mengeksploitasi kekosongan keamanan di Afghanistan.

    Dua bom mengguncang masjid Syiah di Afghanistan dalam beberapa hari terakhir. Kelompok ISIS mengaku bertanggung jawab terhadap peristiwa tersebut.

    Akibat ledakan bom, puluhan orang tewas dan luka-luka. Taliban telah berjanji untuk meningkatkan keamanan di masjid Syiah untuk mencegah terjadinya kasus serupa.

    Sebelum pembicaraan di Moskow, perwakilan Taliban telah bertemu dengan pejabat Uni Eropa dan AS. Mereka juga melakukan perjalanan ke Turki untuk mendapatkan pengakuan resmi dan bantuan dari masyarakat internasional setelah kembali berkuasa di Afghanistan pada pertengahan Agustus.

    Namun utusan Kremlin untuk Afghanistan Zamir Kabulov mengatakan pengakuan resmi akan diberikan ketika Taliban bisa menegakkan hak asai dan pemerintahan yang inklusif di Afghanistan.

    Baca: Format Moskow Desak Amerika dan Sekutu Tanggung Jawab Bantu Ekonomi Afghanistan

    CHANNEL NEWS ASIA | REUTERS

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Prosedur dan Syarat Perjalanan selama PPKM Level 3 Nataru

    Pemerintah mengeluarkan syarat dan prosedur perjalanan selama PPKM saat Natal dan Tahun Baru. Perjalanan ke masuk dari luar negeri juga diperketat.