Perdana Menteri Kishida Mendoakan Korban Perang di Kuil Yasukuni

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Pengunjung berdoa di Kuil Yasukuni menjelang peringatan penyerahan diri Jepang dalam Perang Dunia II di Tokyo, Jepang, 14 Agustus 2019. [REUTERS/Kim Kyung-Hoon]

    Pengunjung berdoa di Kuil Yasukuni menjelang peringatan penyerahan diri Jepang dalam Perang Dunia II di Tokyo, Jepang, 14 Agustus 2019. [REUTERS/Kim Kyung-Hoon]

    TEMPO.CO, Jakarta - Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida melakukan sebuah ritual doa di kuil Yasukuni untuk mengenang korban tewas akibat Perang Dunia II. Kantor berita Kyodo pada Minggu, 17 Oktober 2021 mewartakan tindakan Kishida tersebut bisa memancing kekecewaan dari Korea Selatan.

    Tindakan Kishida itu mengikuti tradisi yang biasa dilakukan para pemimpin Jepang sebelumnya. Tindakan mengunjungi Kuil Yasukuni untuk memperingati Perang Dunia II selama musim panas dan musim gugur, bisa memancing kemarahan Cina dan Korea Selatan.   

    Kuil Yasukuni, yang berlokasi di Ibu Kota Tokyo, dipandang oleh Seoul dan Beijing sebagai simbol agresi militer Jepang di masa lalu. Sebab kuil itu untuk menghormati 14 pemimpin Jepang yang gugur dalam perang, yang oleh Pengadilan Tribunal ke-14 orang itu disebut sebagai penjahat perang karena telah menewaskan 2,5 juta orang dalam peperangan.

    Terakhir kalinya seorang Perdana Menteri Jepang mengunjungi Kuil Yasukuni adalah pada 2013. Kunjungan ke Kuil Yasukuni oleh mantan Perdana Menteri Shinzo Abe telah memancing kemarahan dari Korea Selatan dan Cina. Amerika Serikat juga mengutarakan kekecewaan.

    Kishida yang menjadi Perdana Menteri Jepang menggantikan Yoshihide Suga, mengunjungi Kuil Yasukuni pada Minggu, 17 Oktober 2021. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Selatan mengatakan sangat kecewa dan menyesalkan tindakan para pemimpin Jepang mengirimkan doa atau terus melakukan tradisi mengunjungi Kuil Yasukuni, yang mengglorifikasi agresi militer Jepang di masa lalu dan mengabadikan kejahatan perang.               

    “Pemerintah Korea Selatan mendesak adanya tanggung jawab Jepang, untuk menghadapi sejarah dengan melakukan inagurasi kabinet baru dan memperlihatkan sikap rendah hati serta ketulusan di masa lalu melalui tindakan,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Selatan.

    Baca juga: Menteri Pertahahan Jepang Kunjungi Kuil Yasukuni, Korea Selatan dan Cina Protes

    Sumber: Reuters

        

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Semeru: Fakta dan Data...

    Semeru mengalami peningkatan aktivitas vulkanis pada 4 Desember 2021. Erupsi Semeru kali ini diduga akibat curah hujan tinggi dan sejumlah faktor.