AS dan UNICEF Bantu Indonesia Atasi Dampak Pandemi pada Anak-Anak

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Agus Widanarko menyapa anak-anak yang terkurung di rumah akibat perpanjangan PPKM di Sukoharjo, Jawa Tengah, Indonesia, 10 September 2021. Setiap hari, mengunjungi pemukiman yang terisolasi untuk membawa senyum dan dukungan kepada anak-anak selama pandemi. REUTERS/Stringer

    Agus Widanarko menyapa anak-anak yang terkurung di rumah akibat perpanjangan PPKM di Sukoharjo, Jawa Tengah, Indonesia, 10 September 2021. Setiap hari, mengunjungi pemukiman yang terisolasi untuk membawa senyum dan dukungan kepada anak-anak selama pandemi. REUTERS/Stringer

    TEMPO.CO, JakartaAmerika Serikat dan Dana AnakAnak Perserikatan BangsaBangsa UNICEF menandatangani kesepakatan mendukung upaya tanggap Indonesia dalam mengatasi risiko langsung dan dampak pandemi Covid-19 terhadap anak-anak.

    Pemerintah AS menandatangani kesepakatan berjangka lima tahun itu melalui Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID), menurut keterangan tertulis Kedutaan Besar AS di Jakarta, Senin, 18 Oktober 2021.

    "Covid-19 telah mengubah kehidupan anak-anak di Indonesia, tetapi pandemi ini tidak seharusnya merampas hak anak untuk masa depan yang sehat dan untuk mewujudkan potensi penuh mereka," kata Direktur USAID Indonesia Ryan Washburn.

    "Keberlanjutan kemitraan USAID dengan UNICEF akan memperluas dukungan kami untuk Indonesia pada saat yang kritis ini," ujar Washburn.

    Kesepakatan tersebut mencakup hibah 10 juta dolar AS (sekitar Rp141 miliar) untuk mempercepat pengiriman vaksin Covid-19 yang aman dan efektif secara luas dan merata.

    Dana hibah itu juga akan dimanfaatkan untuk memperkuat sistem kesehatan agar dapat mendeteksi, mencegah, dan merespons Covid-19 dengan lebih baik yang pada akhirnya bertujuan untuk mengurangi kasus infeksi, menurunkan penyebaran virus dan kematian akibat corona.

    Selain itu, UNICEF juga akan menerima hibah terpisah sebesar 9 juta dolar AS (sekitar Rp126,92 miliar) dari USAID untuk mendukung pengadaan pasokan medis penting.

    Pendanaan USAID juga mendukung peluncuran kampanye digital #COVID19Diaries yang menyediakan platform bagi anak muda untuk berbagi cerita selama pandemi dan berkontribusi terhadap distribusi pasokan air, sanitasi, serta upaya kebersihan bagi lebih dari 3,5 juta orang.

    "Meskipun lonjakan Covid-19 di Indonesia baru-baru ini mulai mereda, kita harus tetap waspada dalam upaya kita melawan virus dan tetap ingat bahwa pandemi belum berakhir," kata Perwakilan UNICEF Debora Comini.

    "Jutaan anak dan warga masyarakat di seluruh Indonesia terus melihat dampak drastis terhadap kesehatan, pendidikan, dan perlindungan mereka. Melalui kontribusi dari Amerika Serikat, UNICEF dapat terus mendukung Indonesia untuk merespons kebutuhan mendesak dan dampak serius COVID-19 terhadap anak-anak yang akan bertahan lebih lama dari pandemi ini," ujar Comini.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Ahok dalam Empat Nama Kandidat Kepala Otorita Ibu Kota Negara Baru

    Nama Ahok sempat disebut dalam empat nama kandidat kepala otorita Ibu Kota baru. Siapa tiga nama lain yang jadi calon pengelola IKN Nusantara?