PBB Buat Program untuk Bantu Kelompok Rentan Hadapi Pandemi

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Logo Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di pintu di kantor pusatnya di New York, AS.[REUTERS]

    Logo Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di pintu di kantor pusatnya di New York, AS.[REUTERS]

    TEMPO.CO, JakartaPBB meyakinkan terus berkomitmen dalam mendukung negara-negara di dunia untuk pulih lebih baik dari pandemi – tanpa tidak meninggalkan siapa pun. PBB di Indonesia pada Jumat, 15 Oktober 2021, memaparkan pendanaan sebesar USD 1,7 juta (Rp 23 miliar) dari UN Multi-Partner Trust Fund / COVID-19 MPTF sebagai respons sosial ekonomi inklusif PBB terhadap COVID-19.

    Kepala Perwakilan PBB di Indonesia, Valerie Julliand, mengatakan organisasi milik PBB seperti ILO dan UNHCR, bekerja sama dengan Pemerintah dan mitra guna memastikan kelompok rentan, terutama perempuan, kaum muda, orang yang hidup dengan HIV dan populasi kunci yang paling rentan terhadap HIV, penyandang disabilitas, pengungsi dan penduduk pedesaan – untuk tidak semakin tertinggalkan dan terpinggirkan di dalam masyarakat dan di dalam konteks pasar tenaga kerja.

     “Sangat penting untuk mengambil tindakan segera dalam memberi manfaat dan memberdayakan kelompok rentan secara langsung, dan untuk mengatasi ketidaksetaraan dan diskriminasi yang ada di pasar tenaga kerja dan masyarakat secara keseluruhan sehingga kami dapat membangun kembali dengan lebih baik dan bangkit kembali dengan kuat,” kata Julliand.

    Ilustrasi penyandang disabilitas atau difabel. Shutterstock

    Program MPTF COVID-19 tentang Ketenagakerjaan dan Mata Pencaharian didirikan untuk meningkatkan pemberdayaan ekonomi lokal perempuan dan populasi rentan di Indonesia serta melindungi mata pencaharian mereka lebih jauh, dari dampak sosial-ekonomi pandemi COVID-19 yang berat.

    Sejak diluncurkan awal tahun ini, dana sebesar USD 1,7 juta tersebut telah digunakan untuk mengatasi memburuknya kondisi pasar tenaga kerja. Caranya, dengan membangun akses ke pasar kerja yang inklusif termasuk advokasi kebijakan, mengekang stigma dan diskriminasi di dunia kerja bagi orang yang hidup dengan HIV, pengungsi dan penyandang disabilitas.

    Sejauh ini, program MPTF COVID-19 telah membantu 1.402 penerima manfaat, diantaranya 950 perempuan, 47 penderita HIV, 15 penyandang disabilitas dan 135 pengungsi, dengan memberikan pelatihan kewirausahaan kepada mereka. Selain itu, di adakan 9 webinar (termasuk satu siaran radio) untuk mempromosikan pemulihan inklusif dari pandemi dan membantu memperbarui penggambaran Pedoman Kesetaraan Kesempatan Kerja.

    Baca juga: COP 15, PBB Desak Dunia Berinvestasi Lebih Banyak pada Keanekaragaman Hayati

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    PTM 100 persen DKI Tetap Berjalan Meski Didesak Banyak Pihak

    Pemprov Ibu Kota tetap menerapkan PTM 100 persen meski banyak pihak mendesak untuk menghentikan kebijakan itu. Sejumlah evaluasi diberikan pihak DKI.