Penyerang David Amess, Ali Harbi Ali Diduga Jadi Radikal setelah Nonton Youtube

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Seorang anggota forensik memasuki lokasi di mana anggota parlemen Inggris David Amess ditikam di Leigh-on-Sea, Inggris, 15 Oktober 2021. [REUTERS/Andrew Couldridge]

    Seorang anggota forensik memasuki lokasi di mana anggota parlemen Inggris David Amess ditikam di Leigh-on-Sea, Inggris, 15 Oktober 2021. [REUTERS/Andrew Couldridge]

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Inggris menangkap  Ali Harbi Ali dalam kasus penyerangan yang menewaskan anggota parlemen David Amess di sebuah gereja, Jumat lalu, 15 Oktober 2021.

    Reuters melaporkan, polisi menangkap pria Inggris asal Somalia berusia 25 tahun itu di tempat kejadian. Seorang sumber yang dekat dengan penyelidikan menyebut Ali Harbi Ali sebagai tersangka yang ditahan.

    Harbi Ali Kullane, ayah dari Ali Harbi Ali, mengatakan kepada The Sunday Times bahwa putranya telah ditangkap sehubungan dengan pembunuhan itu.

    Menurut The Sun, beberapa teman sekolah Ali mengatakan, tersangka menjadi radikal diduga setelah menonton video YouTube Anjem Choudary, seorang penceramah.

    Saat foto pertama pria yang diduga menikam Amess muncul, teman-teman sekolahnya mengatakan materi online yang keji telah mengubahnya dari seorang murid populer menjadi seorang ekstremis.

    Seorang teman yang menyaksikan perubahan dramatisnya mengatakan kepada The Sun, Minggu malam, "Choudary adalah seseorang yang membuatnya sangat terobsesi."

    Belum ada penyataan dari pihak Choudary tentang pernyataan ini.

    Sebelumnya penyelidik anti-teror Kepolisian Inggris yakin bahwa Ali tidak diarahkan oleh gembong teror di luar negeri. Ali juga diyakini bekerja sendiri dalam penyerangan itu.

    Wakil Perdana Menteri Dominic Raab mengatakan, orang-orang yang rentan terhadap radikalisasi menghabiskan lebih banyak waktu online selama penguncian Covid-19.

    Ali Harbi Ali sebelumnya telah dirujuk ke skema anti-teror Pencegahan Pemerintah tetapi penyelidik masih mengumpulkan bagaimana dan kapan dia menjadi radikal.

    Seorang sumber The Sun lainnya mengatakan, semasa SMA, Ali dikenal suka bergaul dan main sepak bola. "Kami biasa nonton bioskop bersama-sama." katanya.

    Seorang kerabatnya mengatakan, Ali telah menyelesaikan pendidikan di sekolah kedokteran terkemuka selama 4 tahun.

    Keluarga Ali dikenal berpendidikan. Ayahnya adalah mantan penasihat Perdana Menteri Somalia sebelum pindah ke Inggris saat terjadi perang saudara. Paman Ali adalah Duta Besar Somalia di Cina saat ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fitur Stiker

    Fitur "Add Yours" Instagram dapat mengundang pihak yang berniat buruk untuk menggali informasi pribadi pengguna. User harus tahu bahaya oversharing.