AS Buang 15 Juta Vaksin Covid-19 Saat Negara Miskin Kekurangan

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Petugas membawa boks berisi vaksin Covid-19 jenis Moderna setibanya di Terminal Cargo Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Ahad, 1 Agustus 2021. Sebanyak 3,5 juta vaksin Covid-19 Moderna tiba di Indonesia dengan skema

    Petugas membawa boks berisi vaksin Covid-19 jenis Moderna setibanya di Terminal Cargo Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Ahad, 1 Agustus 2021. Sebanyak 3,5 juta vaksin Covid-19 Moderna tiba di Indonesia dengan skema "Covax dose sharing" dari Amerika Serikat. ANTARA/Fauzan

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 15 juta dosis vaksin Covid-19 di Amerika Serikat selama periode Maret hingga September 2021 dibuang begitu saja karena berbagai alasan. Menurut analisis data dari lembaga Centers for Disease Control and Prevention atau CDC, 1 juta dosisi dibuang di 10 negara bagian antara Desember dan Juli.

    Sejumlah wilayah di Amerika Serikat membuang vaksin Covid-19 yang tidak digunakan. Dilansir dari The Guardian, Louisiana membuang 224.000 dosis vaksin Covid yang tidak terpakai, naik tiga kali lipat sejak akhir Juli.

    Ribuan dosis juga dilaporkan terbuang setiap hari di Wisconsin. Di Alabama, lebih dari 65.000 dosis telah dibuang dan di Tennessee hampir 200.000 dosis.

    Dibuangnya vaksin Covid-19 di Amerika Serikat, berbanding terbalik dengan kondisi di belahan negara-negara miskin. Hanya 1 persen dari populasi negara berpenghasilan rendah yang telah menerima suntikan pertama Covid-19 pada Juli lalu.

    Banyak dosis yang dibuang berasal dari apotek. Pada Mei, dua rantai farmasi telah membuang lebih banyak dosis dibandingkan di negara bagian. Sekitar 7,6 juta dosis yang dibuang berasal dari empat apotek utama yaitu Walgreens, CVS, Walmart dan Rite Aid.

    Ada beberapa alasan vaksin terbuang sia-sia, mulai dari botol pecah atau dosis lebih sedikit dibanding yang seharusnya, jarum tidak berfungsi, freezer rusak atau listrik padam. Seringkali penerima vaksin tidak datang di hari yang ditentukan sedangkan vaksin terlanjur disisihkan.

    “Sungguh tragis bahwa vaksin disia-siakan sementara banyak negara Afrika baru memvaksin 5 persen dari populasi mereka,” kata Sharifah Sekalala, profesor hukum kesehatan global di Universitas Warwick Inggris, yang mempelajari ketidaksetaraan dalam penyakit menular.

    "Banyak wilayah selatan dunia yang tidak divaksinasi. Benua Afrika masih di bawah 10 persen, itu adalah ketidaksetaraan dan benar-benar bermasalah," ujarnya seperti dikutip dari NBC.

    Menurut laporan dari NBC, sebelum Juni lebih dari 2 juta dosis telah terbuang sia-sia. Namun sepanjang musim panas, jumlah dosis vaksin yang dibuang justru meningkat hingga enam kali lipat.

    Presiden Joe Biden telah mendorong penggunaan stok vaksin covid-19 untuk suntikan booster di Amerika Serikat. Namun belum disepakati siapa saja yang berhak menerima suntikan penguat.

    Vaksin yang tidak digunakan, sayangnya tidak bisa disumbangkan ke negara lain. Sebabnya vaksin sudah terlanjur didistribusikan ke negara bagian dan rumitnya masalah distribusi.

    Baca: Top 3 Dunia: Malaysia Mulai Program Booster Hingga Maroko Cabut Bebas Visa WNI

    THE GUARDIAN | NBC


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Semeru: Fakta dan Data...

    Semeru mengalami peningkatan aktivitas vulkanis pada 4 Desember 2021. Erupsi Semeru kali ini diduga akibat curah hujan tinggi dan sejumlah faktor.