Penasihat FDA Rekomendasikan Vaksin Johnson sebagai Booster

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Botol berlabel

    Botol berlabel "COVID-19 Coronavirus Vaccine" dan jarum suntik terlihat di depan terpampang logo Johnson & Johnson dalam ilustrasi yang diambil, 9 Februari 2021 ini. [REUTERS / Dado Ruvic / Ilustrasi]

    TEMPO.CO, Jakarta - Penasihat Badan Makanan dan Obat-obatan AS FDA dengan suara bulat merekomendasikan badan mengizinkan suntikan kedua vaksin Covid-19 Johnson & Johnson sebagai booster untuk semua penerima inokulasi satu dosis.

    Badan tersebut juga mempertimbangkan untuk menurunkan usia yang direkomendasikan untuk suntikan booster vaksin Pfizer/BioNTech kepada kelompok usia 40 tahun, kata pejabat FDA Dr. Peter Marks seperti dikutip Reuters, Sabtu, 16 Oktober 2021.

    Komite Penasihat Produk Biologi dan Vaksin FDA mendukung suntikan untuk semua penerima vansin J&J berusia 18 tahun ke atas setidaknya dua bulan setelah dosis pertama mereka.

    FDA tidak terikat untuk mengikuti rekomendasi, tetapi biasanya melakukannya.

    Setelah mendengar presentasi dari ilmuwan J&J dan FDA, banyak anggota panel penasihat bertanya apakah vaksin dosis tunggal J&J harus benar-benar dianggap sebagai suntikan dua dosis untuk semua orang.

    Mereka menunjuk pada tingkat antibodi penetralisir virus yang lebih rendah dibandingkan dengan vaksin yang menggunakan teknologi messenger RNA (mRNA) dari Moderna Inc (MRNA.O) dan Pfizer/BioNTech.

    "Ada kebutuhan di masyarakat. Apa yang kami lihat adalah kemanjuran yang lebih rendah daripada  vaksin mRNA, jadi ada beberapa urgensi untuk melakukan sesuatu," kata Dr. Arnold Monto, seorang ahli epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Michigan yang memimpin pertemuan tersebut.

    FDA mengizinkan booster vaksin Pfizer/BioNTech bulan lalu untuk orang Amerika berusia 65 tahun ke atas dan mereka yang berisiko tinggi terkena penyakit parah atau terpapar virus di tempat kerja.

    Marks, direktur Pusat Evaluasi dan Penelitian Biologi FDA, mengatakan data dari Israel, di mana suntikan booster Pfizer telah diberikan secara luas, menunjukkan bahwa kemanjuran vaksin berkurang dan membuat alasan kuat untuk menurunkan usia penerima suntikan penguat menjadi 40 tahun.

    Kekhawatiran tentang kasus peradangan jantung yang jarang terjadi pada pria muda yang menerima vaksin Pfizer/BioNTech juga menjadikan 40 tahun titik batas yang baik untuk suntikan tambahan, kata Marks.

    ____________________________________________________________

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Prosedur dan Syarat Perjalanan selama PPKM Level 3 Nataru

    Pemerintah mengeluarkan syarat dan prosedur perjalanan selama PPKM saat Natal dan Tahun Baru. Perjalanan ke masuk dari luar negeri juga diperketat.