Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Otak Pembantaian Rwanda Divonis Seumur Hidup

image-gnews
Iklan
TEMPO Interaktif, Arusha: Pengadilan Pidana Internasional untuk Rwanda (ICTR) hari ini menghukum seumur hidup otak pembantaian orang Rwanda pada 1998  atas perannya dalam genosida yang menelan 800 ribu nyawa itu.

Hakim pengadilan yang disokong Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu, Erik Mose, menyatakan bahwa bekas Kepala Staf Kementerian Pertahanan Rwanda Theoneste Bagosora dihukum karena "genosida, kejahatan melawan kemanusiaan dan kejahatan perang."

Namun, Raphael Constant, pengacara Bagosora, langsung menyatakan bahwa kliennya mengajukan banding terhadap vonis yang dianggapnya mengecewakan itu.

Bagosora, 67 tahun, diadili bersama tiga terdakwa lain. Dua di antara mereka, juga bekas perwira militer, juga dihukum penjara seumur hidup. Adapun yang ketiga dibebaskan.

Pengadilan juga memutuskan untuk membebaskan semua terdakwa dari tuduhan berkonspirasi melakukan genosida. "Saya ingatkan bahwa dakwaan konspirasi untuk genosida tidak kuat. Ini penting. Janganlah pertimbangan konspirasi membuat keraguan dalam sejarah Rwanda," kata Constant di Arusha, Tanzania.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Genosida itu melibatkan sekelompok suku Hutu, yang mayoritas di Rwanda, membantai suku Tutsi yang minoritas dan suku Hutu yang moderat selama 100 hari. Pembantaian itu mengejutkan dunia dan komunitas internasional menuding bangsa Barat membiarkannya terjadi tanpa berusaha menghentikannya.

AFP | IWANK

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Emmanuel Macron Minta Maaf, Akui Prancis Terlibat Genosida Rwanda

27 Mei 2021

Presiden Prancis Emmanuel Macron berpidato di depan para delegasi setelah meletakkan karangan bunga di kuburan massal korban genosida Rwanda tahun 1994 di Pusat Peringatan Genosida Kigali di Gisozi di Kigali, Rwanda, 27 Mei 2021. [REUTERS / Jean Bizimana]
Emmanuel Macron Minta Maaf, Akui Prancis Terlibat Genosida Rwanda

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengakui Prancis terlibat dalam genosida Rwanda yang menewaskan 800.000 Tutsi dan Hutu moderat.


Fakta tentang Konflik Rwanda, Genosida dan Perang Saudara

17 Mei 2020

Foto-foto korban genosida yang disumbangkan oleh para penyintas ditampilkan di Museum Memorial Genosida Rwanda di Gisozi, Kigali, Rwanda, Sabtu, 6 April 2019. Sekitar 70 persen dari populasi minoritas Tutsi terbunuh dalam penyerangan, yang jumlahnya lebih dari 10 persen dari total populasi Rwanda. REUTERS/Baz Ratner
Fakta tentang Konflik Rwanda, Genosida dan Perang Saudara

Kepolisian Paris telah menangkap pria paling dicari di Rwanda, Felicien Kabuga, seorang arsitek genosida yang menewaskan sekitar 800.000 orang.


Pria Eks Salesman Pepsi Cola Dinobatkan Jadi Raja Rwanda  

14 Januari 2017

Raja Rwanda Kigeli V. thesun.co.uk
Pria Eks Salesman Pepsi Cola Dinobatkan Jadi Raja Rwanda  

Pria warga Inggris yang pernah menjadi salesman Pepsi Cola ini secara mengejutkan diangkat menjadi Raja Rwanda.


Minta Maaf, Gereja Katolik Akui Terlibat Genosida di Rwanda  

22 November 2016

Presiden Rwanda Paul Kagame dan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon (kiri-tengah) menyalakan api untuk upacara peringatan genosida Rwanda, di Genocide Memorial Center, Kigali, Rwanda (7/4). (AP/Ben Curtis)
Minta Maaf, Gereja Katolik Akui Terlibat Genosida di Rwanda  

Gereja Katolik meminta maaf atas keterlibatannya melakukan genosida dalam perang saudara di Rwanda tahun 1994 yang menewaskan 800 ribu orang.


Bos Genosida Rwanda Ditangkap di London  

23 Juni 2015

Emmanuel Karenzi Karake. nyenyerinews.org
Bos Genosida Rwanda Ditangkap di London  

Pernah menjadi utusan pasukan perdamaian PBB.


Gorila Mabuk Tonjok Fotografer

9 Februari 2015

Seekor gorila menguap saat duduk di kandangnya di sebuah kebun binatang. Dengan foto-fotonya Gaston berupaya membuka diskusi pantaskan hewan-hewan menakjubkan ini terkurung dalam kebun binatang yang sempit. Dailymail.co.uk/Gaston Lacombe
Gorila Mabuk Tonjok Fotografer

Gorila seberat 250 kilogram itu mabuk karena kebanyakan
memakan batang bambu. Fotografer jadi korban.


Rwanda Kalahkan Indonesia Soal Bersih dari Korupsi

1 November 2014

Ketua DPD RI Irman Gusman, menyambut kedatangan Presiden Republik Rwanda Paul Kagame saat bertemu dengan  di Kompleks Parlemen, Jakarta, 31 Oktober 2014. Foto: Dok. DPD RI
Rwanda Kalahkan Indonesia Soal Bersih dari Korupsi

Berdasarkan Transparancy International, Rwanda berada di

peringkat 50 teratas sebagai negara yang bersih dari korupsi.

Sedangkan Indonesia di 114.


Wali Kota Rwanda Dihukum di Jerman karena Genosida

19 Februari 2014

Sejumlah pemberontak M23 terlihat di Goma menuju jalan Rushuru saat mereka mencari anggota FDLR (Force Democratique de Liberation du Rwanda) di utara Goma, Selasa (27/11). AP/Jerome Delay
Wali Kota Rwanda Dihukum di Jerman karena Genosida

Onesphore Rwabukombe dinilai membantu pembunuhan setidaknya 450 pria, wanita dan anak-anak di kompleks gereja Kiziguro.


Panglima Perang Kongo Akhirnya Dibawa ke Den Haag

22 Maret 2013

Seorang warga kota Sange, Kongo timur, berjalan melewati puing-puing truk tanker yang terakar. AP Photo / Hofer Marc
Panglima Perang Kongo Akhirnya Dibawa ke Den Haag

Bosco Ntaganda, komandan pemberontak yang dijuluki "Terminator" itu, menyerahkan diri ke Kedutaan Besar AS Senin lalu.


Rwanda Penjarakan Pemimpin Oposisi

31 Oktober 2012

Poster Paul Kagame menghiasi dinding-dinding di Kigali, Rwanda. AP/Marc Hofer
Rwanda Penjarakan Pemimpin Oposisi

Dituduh terlibat dalam pembunuhan massal pada 1994.