Manila Menjadi Salah Satu Kota Termacet di Dunia, Apa Penyebabnya?

Reporter:
Editor:

Nurhadi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kemacetan lalu-lintas. TEMPO/Seto Wardhana

    Ilustrasi kemacetan lalu-lintas. TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.CO, Jakarta - Manila menjadi salah satu kota termacet di dunia menurut beberapa riset. Dilansir dari adb.org, riset yang dilakukan oleh Asian Development Bank (ADB) menunjukkan bahwa Manila merupakan kota termacet di Benua Asia. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan melalui foto udara pada malam hari, ADB menemukan bahwa tingkat volume kendaraan di Manila jauh lebih padat dibandingkan kota-kota besar di Asia, seperti Kuala Lumpur dan New Delhi.

    Senada dengan riset ADB, riset yang dilakukan oleh TomTom Traffic Index juga menemukan bahwa Manila merupakan salah satu kota termacet di dunia. Dilansir dari tomtom.com, Manila merupakan kota termacet nomor empat di dunia. Kemacetan di Manila tentu tidak bisa dilepaskan dari padatnya populasi di kota tersebut. Dilansir dari citymonitor.ai, Manila dihuni setidaknya oleh lebih dari 12 juta orang. Selain itu, statusnya sebagai ibukota Filipina juga membuat Manila menjadi salah satu kota tersibuk di Filipina.

    Selain karena kepadatan populasi dan statusnya sebagai ibukota, beberapa faktor lain juga menyebabkan Manila bertahan sebagai salah satu kota tersibuk di dunia. Dilansir dari rappler.com, riset yang dilakukan oleh Boston Consulting Group (BCG) menemukan bahwa sebanyak 84 persen responden yang berasal dari Manila berkeinginan untuk membeli mobil baru dalam kurun waktu lima tahun ke depan. Padahal, kendaraan pribadi telah menjadi penyumbang paling besar terhadap kemacetan di Manila. 

    Senada dengan riset BCG, riset ADB menemukan bahwa penduduk Manila secara garis besar memang lebih memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi daripada transportasi publik. Sebab, transportasi publik seperti bus dan taksi memakan waktu lebih lama supaya bisa sampai di tujuan. Aktivitas yang erat dengan transportasi publik; seperti menunggu jemputan, mengelilingi kota untuk berhenti di beberapa drop off point, dan sebagainya; membuat transportasi publik memerlukan waktu setidaknya tiga kali lipat lebih lama untuk mencapai tujuan dibandingkan kendaraan pribadi.

    Kondisi pandemi yang mengharuskan orang-orang melakukan pembatasan sosial ternyata tidak membuat Manila keluar dari daftar kota termacet di dunia. Dilansir dari bworldonline.com, Manila masih bertahan menjadi kota termacet nomor empat di dunia berdasarkan TomTom Traffic Index. Hingga saat ini tingkat kemacetan di Manila mencapai 85 persen atau 15 kali lipat lebih tinggi dari biasanya.

    BANGKIT ADHI WIGUNA

    Baca juga: 10 Kota Termacet di Asia, Jakarta Tidak Termasuk


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Biarkan Satu Teman Yang Toxic Mempengaruhi Anda

    Berikut 5 tanda persahabatan yang beracun atau Toxic friendship, perlu evaluasi apakah harus tetap berteman atau cukup sampai di sini.