Rusia Undang Taliban untuk Pertemuan Moskow Minggu Depan

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan pidato saat sesi pleno Forum Internasional Pekan Energi Rusia di Moskow, Rusia 13 Oktober 2021. [Sergei Ilnitsky/Pool via REUTERS]

    Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan pidato saat sesi pleno Forum Internasional Pekan Energi Rusia di Moskow, Rusia 13 Oktober 2021. [Sergei Ilnitsky/Pool via REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Delegasi Taliban akan tiba di Moskow minggu depan untuk pembicaraan membahas situasi di Afghanistan, kata kantor berita Rusia TASS mengutip kementerian luar negeri Rusia mengatakan pada Kamis.

    Pembicaraan Moskow juga melibatkan China, Pakistan, India dan Iran, dikutip dari Reuters, 14 Oktober 2021.

    "Secara harfiah kami akan segera mengadakan pertemuan baru dari trio yang diperluas di Moskow, tepat sebelum pertemuan format Moskow, yang mencakup 11 negara bagian," kata Direktur Departemen Asia Kedua Kementerian Luar Negeri Rusia, Zamir Kabulov, mengatakan pada Selasa dalam sesi Presidium Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia, TASS melaporkan.

    Para pejabat, termasuk mantan Presiden Afganistan Hamid Karzai dan wakil pemimpin dan negosiator Taliban Mullah Abdul Ghani Baradar, menghadiri konferensi perdamaian Afganistan di Moskow, Rusia 18 Maret 2021. [Alexander Zemlianichenko / Pool via REUTERS]

    Zamir Kabulov juga mencatat bahwa delegasi dari Taliban juga akan ambil bagian dalam pertemuan itu. Taliban telah diundang untuk mewakili pemerintah sementara Afghanistan.

    "Tugasnya adalah meyakinkan Taliban tentang kelayakan memastikan inklusivitas negara baru," kata diplomat itu.

    Seminggu sebelum pertemuan Moskow, pada Selasa Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan keterlibatan Amerika Serikat di Afghanistan telah menyebabkan tragedi.

    Setelah Amerika Serikat dan sekutunya menarik pasukan mereka awal tahun ini setelah 20 tahun invasi ke Afghanistan, Taliban merebut kekuasaan dengan cepat dan pemerintah sebelumnya runtuh.

    Baca juga: Bantuan Mengalir, Taliban Masih Enggan Berikan Hak Pendidikan Anak Perempuan

    TASS | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fitur Stiker

    Fitur "Add Yours" Instagram dapat mengundang pihak yang berniat buruk untuk menggali informasi pribadi pengguna. User harus tahu bahaya oversharing.