Ratusan Tahanan Palestina di Penjara Israel Mengancam Mogok Makan

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga Palestina antre untuk membuat surat izin bekerja, di Khan Younis, Jalur Gaza, 6 Oktober 2021. Warga Palestina berbondong-bondong membuat surat izin untuk dapat bekerja di Israel. REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa

    Warga Palestina antre untuk membuat surat izin bekerja, di Khan Younis, Jalur Gaza, 6 Oktober 2021. Warga Palestina berbondong-bondong membuat surat izin untuk dapat bekerja di Israel. REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekitar 250 tahanan Palestina di penjara Israel mogok makan untuk memprotes pemindahan mereka ke sel-sel yang terisolasi. Dilansir dari Associated Pers, aksi mogok makan yang dipimpin oleh kelompok militan Jihad Islam, terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di fasilitas penahanan Israel.

    Ketegangan meningkat menyusul pelarian enam tahanan dari penjara dengan keamanan tinggi bulan lalu. Keenamnya ditangkap kembali beberapa minggu kemudian, namun pelarian itu membuat malu otoritas Israel dan dipuji sebagai pembangkangan oleh warga Palestina.

    Israel saat ini menahan lebih dari 4.600 warga Palestina sehubungan dengan konflik Timur Tengah. Para tahanan terdiri dari militan senior yang dihukum karena serangan mematikan terhadap Israel hingga aktivis politik yang mengambil bagian dalam demonstrasi. Ada pula remaja yang yang ditahan karena melempari tentara Israel dengan batu.

    Para tahanan mengorganisir diri mereka oleh faksi politik dan telah mendapatkan konsesi selama bertahun-tahun melalui mogok makan dan aksi kolektif lainnya. Klub Tahanan Palestina, yang mewakili mantan tahanan mengatakan pemogokan terbaru adalah untuk memprotes pemisahan tahanan Jihad Islam ke dalam sel yang ditunjuk. Mereka diisolasi dari sebagian besar anggota kelompok lainnya.

    Qadura Fares, kepala organisasi tersebut, mengatakan setidaknya 250 tahanan Jihad Islam di berbagai fasilitas akan ambil bagian dalam pemogokan. Sebanyak 100 di antaranya mulai menolak air minum setelah satu minggu.

    Dia menyerukan protes untuk mendukung para tahanan dan mengatakan faksi Palestina lainnya, termasuk gerakan Fatah Presiden Mahmoud Abbas, akan berpartisipasi dalam mogok makan.

    Layanan penjara Israel mengatakan tidak mengetahui adanya mogok makan massal. Mereka juga menyatakan tidak mengisolasi para tahanan Jihad Islam, namun mencampuradukkan mereka dengan masyarakat umum. Pencampuran tersebut menurut pihak penjara Israel, menyebabkan ketegangan.

    Lima dari enam warga Palestina yang kabur bulan lalu adalah bagian dari anggota Jihad Islam. Kelompok militan ini adalah kekuatan pendorong di balik kerusuhan yang pecah di beberapa penjara saat Israel memperketat keamanan.

    Jihad Islam telah melakukan sejumlah serangan mematikan selama bertahun-tahun. Israel serta negara-negara lain menganggapnya sebagai organisasi teroris. Sebagian besar tahanan Palestina berasal dari Tepi Barat yang diduduki dan direbut Israel dalam perang 1967.

    AP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Peringkat Pertama Covid-19 Recovery Index Asia Tenggara: Begini Kondis

    Indonesia berada di peringkat pertama di Asia Tenggara dalam Covid-19 Recovery Index yang dirilis media Jepang. Ada hal yang masih jadi perhatian.