Top 3 Dunia: Jack Ma di Hongkong hingga Anak Superman Biseksual

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pendiri Alibaba, Jack Ma, menghadiri pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss, 18 Januari 2017. [REUTERS / Ruben Sprich]

    Pendiri Alibaba, Jack Ma, menghadiri pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss, 18 Januari 2017. [REUTERS / Ruben Sprich]

    TEMPO.CO, Jakarta - Berita top 3 dunia kemarin, Kamis, 13 Oktober 2021 diawali dengan Jack Ma yang disebut berada di Hong Kong setelah sebelumnya menghilang dari publik sejak beberapa waktu terakhir. Jack Ma disebut telah bertemu dengan rekan bisnisnya di Hong Kong.

    Berita top 3 dunia kedua adalah Amerika Serikat akan menggunakan kesepakatan Abraham untuk menyelesaikan konflik antara Israel dan Palestina. Berita terakhir adalah kontroversi komik Superman. Dalam komik ini, putra Superman Clark Kent, Jon Kent digambarkan sebagai biseksual. Berikut berita selengkapnya: 

    1. Jack Ma Dikabarkan Berada di Hong Kong

    Pendiri Alibaba Group Jack Ma yang sudah lama tak muncul ke publik dikabarkan kini berada di Hong Kong. Dikutip dari Reuters, Selasa, 12 Oktober 2021, Jack Ma berada di Hong Kong telah bertemu dengan rekan bisnisnya dalam beberapa waktu terakhir.

    Miliarder Cina itu telah menghindari sorotan publik sejak berpidato pada Oktober 2020 di Shanghai.

    Dalam pidatonya Jack Ma mengkritik regulator keuangan di Cina. Pidato itu memicu serangkaian peristiwa yang membuat IPO besar Ant Group miliknya batal. Sejak saat itu, berbagai spekulasi muncul tentang keberadaan Jack Ma. 

    Sumber menolak mengungkap identitasnya dengan alasan kerahasiaan. Sementara, Alibaba Group tidak segera menanggapi permintaan konfirmasi di luar jam kerja regulernya.

    Jack Ma yang pernah dikenal sebagai pengusaha paling terkenal dan suka blak-blakan di Cina, dikabarkan bertemu dengan beberapa rekan bisnis sambil makan pada pekal lalu.

    Jack Ma dikabarkan memiliki satu rumah mewah di Hong Kong yang juga menjadi tempat perusahaannya beroperasi di lepas pantai. Selain di Hong Kong, Alibaba Group terdaftar di New York.

    Mantan guru bahasa Inggris itu menghilang dari pandangan publik selama tiga bulan, sebelum muncul kembali pada Januari, berbicara kepada sekelompok guru melalui video. 

    Kemunculannya itu meredakan kekhawatiran tentang ketidakhadirannya yang tidak biasa dari pusat perhatian dan membuat saham Alibaba melonjak.

    Pada bulan Mei, Jack Ma melakukan kunjungan langka ke kampus Hangzhou Alibaba selama acara tahunan staf dan keluarga "Hari Ali" perusahaan, kata sumber perusahaan.

    Pada 1 September, foto-foto Ma mengunjungi beberapa rumah kaca pertanian di provinsi Zhejiang timur, rumah bagi Alibaba dan afiliasi fintech-nya Ant, menjadi viral di media sosial Cina.

    Hari berikutnya, Alibaba mengatakan akan menginvestasikan 100 miliar yuan atau setara US$ 15,5 miliar pada tahun 2025 untuk mendukung "kemakmuran bersama", menjadi raksasa perusahaan terbaru yang menjanjikan dukungan untuk inisiatif pembagian kekayaan yang didorong oleh Presiden Xi Jinping.

    Alibaba dan saingan teknologinya telah menjadi target tindakan keras regulasi yang luas terhadap berbagai masalah mulai dari perilaku monopolistik hingga hak-hak konsumen. Raksasa e-commerce yang didirikan Jack Ma itu didenda dengan rekor US$ 2,75 miliar pada bulan April karena pelanggaran monopoli.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Peringkat Pertama Covid-19 Recovery Index Asia Tenggara: Begini Kondis

    Indonesia berada di peringkat pertama di Asia Tenggara dalam Covid-19 Recovery Index yang dirilis media Jepang. Ada hal yang masih jadi perhatian.