Kasus Corona Masih Tinggi, Ribuan Turis dari 8 Negara Siap Masuk ke Singapura

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Orang-orang yang memakai masker berpergian sebelum pemberlakuan lockdown di Singapura, 14 Mei 2021. Singapura kembali menerapkan lockdown setelah ditemukan 24 kasus Covid-19 penularan lokal untuk hari kedua berturut-turut, jumlah harian tertinggi sejak September tahun lalu. REUTERS/Caroline Chia

    Orang-orang yang memakai masker berpergian sebelum pemberlakuan lockdown di Singapura, 14 Mei 2021. Singapura kembali menerapkan lockdown setelah ditemukan 24 kasus Covid-19 penularan lokal untuk hari kedua berturut-turut, jumlah harian tertinggi sejak September tahun lalu. REUTERS/Caroline Chia

    TEMPO.CO, Jakarta - Lebih dari 2.400 orang wisatawan dari delapan negara bersiap memasuki Singapura. Dilansir dari Channel News Asia, para wisatawan itu telah diberikan tiket untuk memasuki negaara kota tersebut melalui skema jalur perjalanan yang divaksinasi atau vaccine travel lane.

    Menurut angka yang dirilis oleh Otoritas Penerbangan Sipil Singapura (CAAS) pada Rabu, 13 Oktober 2021, sekitar 40 persen tiket dipesan oleh turis dari Inggris. Selain Inggris, wisatawan lain berasal dari Kanada, Denmark, Prancis, Italia, Belanda, Spanyol, dan Amerika Serikat. Aplikasi untuk perjalanan dari delapan negara ini dibuka pada Selasa dan total 2.409 tiket, untuk perjalanan antara 19 Oktober dan 17 November.

    Adapun pelancong dari Brunei dan Jerman, telah lebih dulu menggunakan mekanisme VTL dengan jumlah turis sebanyak 5.228 orang. Ini untuk untuk perjalanan ke Singapura antara 8 September dan 17 November.

    Dengan aturan VTL tersebut, warga Singapura dan penduduk tetap yang sudah divaksinasi Covid-19 tidak perlu izin untuk memasuki negara tersebut. Anak-anak berusia 12 tahun ke bawah juga tidak diharuskan untuk mengajukan persetujuan masuk.

    Saat ini ada 11 negara di bawah skema jalur perjalanan yang divaksinasi atau VTL yang diizinkan masuk ke Singapura. Sebelas negara tersebut adalah Brunei, Jerman, Inggris, Kanada, Denmark, Prancis, Italia, Belanda, Spanyol, Amerika Serikat dan Korea Selatan. Pengaturan perjalanan bebas karantina dengan Korea Selatan akan dimulai pada 15 November.

    CAAS menyatakan 3.000 pelancong dengan skema VTL rata-rata memasuki Singapura setiap hari. Jumlah ini termasuk warga negara dan penduduk tetap, pengunjung jangka pendek dan pemegang izin jangka panjang.

    Wisatawan harus masuk dengan penerbangan yang ditentukan. "Maskapai penerbangan merencanakan penerbangan berdasarkan pertimbangan komersial masing-masing," menurut otoritas penerbangan sipil Singapura (CAAS).

    "Kami akan memantau permintaan dan menyesuaikan dengan kuota wisatawan VTL yang masuk ke Singapura jika diperlukan."

    Meski demikian, setiap pelacong harus mematuhi ketentuan perjalanan. Wisatawan diharuskan menjalani dua tes reaksi rantai polimerase (PCR). Tes pertama dalam waktu 48 jam sebelum berangkat ke Singapura dan satu lagi pada saat kedatangan di Bandara Changi. Aturan ini tak berlaku untuk anak-anak berusia dua tahun ke bawah.

    Wisatawan juga harus tinggal di satu atau lebih negara yang masuk skema VTL atau di Singapura selama 14 hari terakhir. "Kami menghimbau kepada semua wisatawan untuk berhati-hati dan peduli, terutama mereka yang bepergian dengan anak kecil."

    Penerapan skema VTL dilakukan saat kasus corona di Singapura masih tinggi. Kemarin, Singapura melaporkan 11 angka kematian akibat Covid-19. Pada hari yang sama, Singapura melaporkan 2.976 kasus baru, turun dibandingkan sebelumnya yang sempat mencapai 3.000 orang.

    Baca: Bima Arya: Penanganan Covid-19 Indonesia Lebih Baik Dibanding Singapura

    CNA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Peringkat Pertama Covid-19 Recovery Index Asia Tenggara: Begini Kondis

    Indonesia berada di peringkat pertama di Asia Tenggara dalam Covid-19 Recovery Index yang dirilis media Jepang. Ada hal yang masih jadi perhatian.