Iran Tangkap 10 Orang yang Diklaim Jadi Mata-mata Asing

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bendera Iran berkibar di depan markas Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) di Wina, Austria 10 Juli 2019. [REUTERS / Lisi Niesner]

    Bendera Iran berkibar di depan markas Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) di Wina, Austria 10 Juli 2019. [REUTERS / Lisi Niesner]

    TEMPO.CO, Jakarta - Iran menangkap 10 orang yang diduga menjadi mata-mata di dinas intelijen asing. Menurut kantor berita resmi IRNA, mereka ditangkap setelah badan intelijen Iran melakukan pengawasan yang canggih dan terus-menerus di provinsi Bushehr.

    Belum jelas benar dari mana negara asal mata-mata asing itu. Namun menurut kantor berita IRNA, ke-10 orang itu bekerja untuk negara-negara yang dinas intelijennya merupakan agen dari negara yang menjadi musuh Iran. Negara yang berseteru dengan Iran adalah Israel dan Amerika Serikat.

    Di Provinsi Bushehr, Iran mendirikan satu-satunya pembangkit listrik tenaga nuklir atau PLTN. Dengan bantuan Rusia, jaringan listrik itu tersambung ke Iran pada 2011.

    Pada Juli lalu, Iran telah menangkap anggota kelompok yang terkait dengan badan intelijen Israel Mossad di tengah protes kekurangan air di barat daya negara itu. Pada 2019, Iran juga menangkap 17 warganya yang dituduh memata-matai situs nuklir dan militer negara itu untuk CIA, Beberapa dari mereka telah dijatuhi hukuman mati.

    Iran hanya beberapa kali mengumumkan telah menahan orang-orang yang disebut sebagai mata-mata asing, termasuk yang bekerja untuk Amerika Serikat dan Israel.

    Baca: Bapak Nuklir Pakistan Abdul Qadeer Khan Meninggal setelah Terpapar Covid-19

    AP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Peringkat Pertama Covid-19 Recovery Index Asia Tenggara: Begini Kondis

    Indonesia berada di peringkat pertama di Asia Tenggara dalam Covid-19 Recovery Index yang dirilis media Jepang. Ada hal yang masih jadi perhatian.