Aktor Star Trek Terbang ke Luar Angkasa Sungguhan dalam Usia 90 Tahun

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tokoh film Star Trek, Mr Spock dan Kapten James T Kirk (Dok Star Trek)

    Tokoh film Star Trek, Mr Spock dan Kapten James T Kirk (Dok Star Trek)

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktor William Shatner yang memerankan kapten James T Kirk di film Star Trek hari ini akan terbang ke luar angkasa beneran naik Blue Origin milik pengusaha AS Jeff Bezos.

    Ini bukan perkara mudah bagi William Shatner, yang dalam film tentang kehidupan di luar angkasa itu, terlihat tampil tenang dan bijaksana. Pertama, ia sudah berusia 90 tahun sekarang, dan kedua, ia belum pernah merasakan terbang ke luar angkasa yang sesungguhnya.

    "Saya akan melihat luasnya ruang dan keajaiban luar biasa Bumi kita dan betapa rapuhnya itu dibandingkan dengan kekuatan yang bekerja di alam semesta," kata Shatner kepada program "Hari Ini" NBC. "Saya senang dan cemas - dan sedikit gugup dan takut - tentang petualangan baru ini."

    Ia terpilih bersama tiga penumpang lainnya. Shatner akan menjadi orang tertua yang pernah menjelajah ke luar angkasa, demikian dilaporkan Reuters.

    Shatner telah menjadi andalan budaya pop karena memerankan Kapten James T. Kirk dari kapal luar angkasa Enterprise dalam serial televisi klasik 1960-an dan tujuh film berikutnya. Shatner sekarang dapat menjalankan misi yang dia gambarkan selama kredit pembukaan setiap episode seri untuk menjelajahi "ruang - perbatasan terakhir."

    Setelah penundaan 24 jam terkait angin, Shatner dan rekan-rekan penumpangnya pada hari Rabu, 13 Oktober 2021, bersiap untuk menggunakan roket New Shepard setinggi 18,3 meter yang sepenuhnya otonom milik Blue Origin, meluncur pada pukul 9 pagi CDT (21.00 WIB) dari situs peluncuran di luar kota pedesaan barat Texas, Van Horn, dalam perjalanan ke tepi luar angkasa.

    Keempat anggota awak menjalani pelatihan pada hari Selasa dan tim misi menyelesaikan evaluasi kesiapan penerbangan untuk memastikan "semua sistem diluncurkan," kata Blue Origin di Twitter.

    Perusahaan antariksa Jeff Bezos Blue Origin meluncurkan roket New Shepard, Minggu, 29 April 2018. Kredit: Blue Origin

    "Angin yang diperkirakan saat peluncuran telah mereda dan cuaca saat ini terlihat baik untuk hari Rabu," kata Blue Origin.

    Peluncuran ini merupakan ujian penting lain dari teknologi Blue Origin saat perusahaan bersaing dengan SpaceX milik Elon Musk dan Virgin Galactic Holdings Inc milik Richard Branson - untuk menarik pelanggan yang bersedia membayar sejumlah besar uang untuk merasakan kegembiraan luar angkasa.

    Penerbangan Rabu diperkirakan akan mengikuti durasi dan jalur perjalanan komersial perdana Blue Origin pada 20 Juli 2021 ketika Bezos, pendiri Amazon.com dan tiga penumpang lainnya melakukan penerbangan suborbital yang berlangsung lebih dari 10 menit.

    New Shepard membawa mereka berempa 107 km di atas Bumi, memberikan penumpangnya beberapa menit tanpa bobot, sebelum kapsul kru diterjunkan dengan aman kembali ke gurun Texas. Pada penerbangan itu, penerbang wanita Wally Funk pada usia 82 menjadi orang tertua yang mencapai luar angkasa.

    Tiga anggota kru lainnya yang bergabung dengan Shatner adalah  Chris Boshuizen, mantan insinyur NASA; Glen de Vries, seorang wirausahawan penelitian klinis; dan Audrey Powers, wakil presiden dan insinyur Blue Origin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Peringkat Pertama Covid-19 Recovery Index Asia Tenggara: Begini Kondis

    Indonesia berada di peringkat pertama di Asia Tenggara dalam Covid-19 Recovery Index yang dirilis media Jepang. Ada hal yang masih jadi perhatian.