Korea Selatan Berencana untuk Hidup dengan Covid-19

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Presiden Korea Selatan Moon Jae-in melihat seorang dokter menerima suntikan vaksin Covid-19 AstraZeneca di sebuah pusat kesehatan umum di Seoul, Korea Selatan, 26 Februari 2021.[Yonhap melalui REUTERS]

    Presiden Korea Selatan Moon Jae-in melihat seorang dokter menerima suntikan vaksin Covid-19 AstraZeneca di sebuah pusat kesehatan umum di Seoul, Korea Selatan, 26 Februari 2021.[Yonhap melalui REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Korea Selatan pada Rabu membentuk panel untuk memperdebatkan strategi tentang bagaimana hidup dengan Covid-19 dalam jangka panjang.

    Korsel sedang berusaha untuk menghapus pembatasan virus corona dan membuka kembali perekonomian di tengah meningkatnya tingkat vaksinasi.

    Di bawah strategi tersebut, pemerintah bertujuan untuk melonggarkan pembatasan virus corona bagi warga yang dapat membuktikan bahwa mereka telah divaksinasi sepenuhnya, sambil mendorong pasien Covid-19 tanpa gejala dan ringan berusia di bawah 70 tahun untuk pemulihan di rumah, kata Kementerian Kesehatan Korea Selatan pekan lalu, dikutip dari Reuters, 13 Oktober 2021.

    Pemerintah juga akan fokus pada jumlah rawat inap dan kematian daripada infeksi harian baru, dan akan mempertimbangkan untuk tidak mempublikasikan yang terakhir setiap hari, kantor berita Yonhap melaporkan.

    "Kami akan mengubah Covid-19 menjadi penyakit menular yang terkendali dan tidak lagi takut akan hal yang tidak diketahui, dan mengembalikan rutinitas lengkap kepada warga," kata Perdana Menteri Kim Boo-kyum pada pertemuan komite pertama panel pada Rabu, menambahkan wajib masker tidak akan segera dihapus di bawah kebijakan baru.

    Korea Selatan tidak pernah memberlakukan lockdown penuh tetapi telah berada di bawah pembatasan jarak sosial yang paling ketat sejak Juli.

    Pembatasan ini termasuk jam operasional terbatas untuk restoran, kafe, sauna, dan pusat kebugaran dalam ruangan, yang sangat memukul wiraswasta dan usaha kecil, serta pembatasan pertemuan lebih dari dua orang setelah pukul 6 sore di Seoul dan sekitarnya.

    Strategi baru datang ketika vaksinasi, yang awalnya terhambat oleh kekurangan pasokan, telah meningkat. Negara ini telah memberikan setidaknya satu dosis vaksin Covid-19 kepada 78,1% populasinya, sementara 60,7% divaksinasi sepenuhnya.

    Pada bulan September, pemerintah mengumumkan rencana untuk mempercepat tahap normalisasi secara bertahap mulai November ketika 70% dari 52 juta populasinya diharapkan telah sepenuhnya diinokulasi.

    Korea Selatan mempertahankan rawat inap dan kematian pada tingkat yang cukup rendah, dan memiliki 359 kasus parah dengan tingkat kematian 0,78% pada Selasa, menurut data resmi.

    Korea Selatan melaporkan 1.584 kasus Covid-19 baru pada hari Selasa, dan telah mencatat total 335.742 infeksi dan 2.605 kematian akibat Covid-19.

    Baca juga: Korea Selatan Ingin Dikenal Bukan Hanya dari K-Pop dan K-Drama

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fitur Stiker

    Fitur "Add Yours" Instagram dapat mengundang pihak yang berniat buruk untuk menggali informasi pribadi pengguna. User harus tahu bahaya oversharing.