Jerman Belum Siap Akui Pemerintahan Afghanistan di Bawah Taliban

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Reaksi Angela Merkel, dalam sidang Bundestag (Dewan rendah parlemen Jerman) di Berlin, Jerman, 29 Januari 2015. (Tobias Schwarz/AFP/Getty Images)

    Reaksi Angela Merkel, dalam sidang Bundestag (Dewan rendah parlemen Jerman) di Berlin, Jerman, 29 Januari 2015. (Tobias Schwarz/AFP/Getty Images)

    TEMPO.CO, Jakarta - Jerman belum siap mengakui Pemerintahan Afghanistan yang sekarang dipimpin oleh kelompok radikal Taliban. Kanselir Jerman Angela Merkel menyebut ini karena Taliban belum memenuhi standar inklusifitas, namun Berlin siap mengucurkan uang bantuan senilai 600 juta Euro (Rp 9,8 triliun).

    Hal tersebut disampaikan Merkel dalam sebuah acara online negara anggota G20 dan pejabat internasional lainnya, Selasa, 12 Oktober 2021. Menurut Merkel, para pemimpin dunia lainnya juga menuntut badan-badan PBB agar memberikan akses penuh agar bisa disalurkannya bantuan kemanusiaan.

     

    “Kami menuntut sebuah organisasi PBB punya akses untuk tersalurkannya bantuan kemanusiaan seperti yang ingin mereka berikan,” kata Merkel.

    Sebelumnya pada September 2021 lalu, Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas mengaku telah menyusun sebuah daftar tuntutan yang harus dipenuhi pemerintahan Taliban jika ingin punya hubungan dengan Jerman ke depan. Maas meyakinkan, komunikasi dengan Taliban akan tergantung pada daftar tuntutan tersebut.

    Diantara tuntutan yang telah disampaikan Jerman ke Taliban adalah soal penegakan HAM, khususnya hak-hak perempuan, inklusivitas pemerintah dan menjauhkan diri dari kelompok-kelompok terorisme. Fakta-fakta itu harus ditegakkan, bukan dengan kata-kata manis.

          

    Baca juga: Dua Tersangka Muncikari Ditangkap karena Jual 18 Anak di Bawah Umur 

    Sumber: Reuters | dw.com


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Semeru: Fakta dan Data...

    Semeru mengalami peningkatan aktivitas vulkanis pada 4 Desember 2021. Erupsi Semeru kali ini diduga akibat curah hujan tinggi dan sejumlah faktor.