Banjir Rendam China, Rumah-rumah Runtuh dan Ribuan Orang Mengungsi di Shanxi

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Sejumlah warga berada di alat berat front loader saat melintasi  jalan yang banjir akibat hujan deras di Zhengzhou, provinsi Henan, Cina, 23 Juli 2021. REUTERS/Aly Song

    Sejumlah warga berada di alat berat front loader saat melintasi jalan yang banjir akibat hujan deras di Zhengzhou, provinsi Henan, Cina, 23 Juli 2021. REUTERS/Aly Song

    TEMPO.CO, Jakarta - Sedikitnya 15 orang dilaporkan tewas dan tiga lainnya hilang setelah hujan lebat memicu banjir di provinsi Shanxi, China utara. Shanxi adalah salah satu daerah penghasil batu bara utama China.

    Menurut media Global Times, sekitar 1,75 juta orang telah terkena dampak banjir. Sebanyak 120.000 orang mengungsi setelah 19.500 rumah mereka runtuh. Banjir diperkirakan menyebabkan kerugian ekonomi sekitar US$ 770 juta.

    Pemerintah China sudah menyatakan tanggap darurat atas bencana ini. Menurut Xinhua, situasi telah stabil dan debit air sungai makin kecil.

    Pada Juli, banjir hebat juga melanda provinsi Henan tengah dengan korban tewas lebih dari 300 orang. Bencana banjir ini menimbulkan kekhawatiran tentang pasokan energi menjelang musim dingin.

    Shanxi adalah provinsi yang umumnya memiliki cuaca kering. Namun dalam sepekan terakhir, curah hujan amat tinggi. Tambang batu bara di sana telah mengantisipasi untuk mencegah dampak akibat banjir.

    Setidaknya 60 tambang batu bara yang berada di Shanxi berhenti beroperasi karena banjir, menurut pernyataan pemerintah setempat. Hal ini mempengaruhi pasokan listrik di China yang sedang mengalami krisis.

    Pemerintah China telah memerintahkan tambang batu bara tidak mengeluarkan biaya untuk meningkatkan produksi. Pemerintah juga memastikan pasokan. China telah dilanda pemadaman listrik akibat naiknya harga batu bara.

    Banjir menyebabkan 190.000 hektare lahan pertanian hancur, menurut surat kabar lokal Shanxi Evening News.

    Rekaman video yang diterbitkan oleh media milik Partai Komunis China ini menunjukkan penyelamat mengarungi air keruh dan mengambang di atas rakit di jalan-jalan kota yang banjir. Sementara itu, rekaman CCTV milik negara menunjukkan pekerja memperbaiki bendungan yang rusak. Rel kereta api dibiarkan menggantung di atas air setelah bagian dari jembatan yang mereka tumpangi runtuh.

    AL JAZEERA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fitur Stiker

    Fitur "Add Yours" Instagram dapat mengundang pihak yang berniat buruk untuk menggali informasi pribadi pengguna. User harus tahu bahaya oversharing.