Bandara Arab Saudi Diserang Drone, 10 Orang Terluka Kena Tembakan

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Gambar ilustrasi Drone siluman 'Dark Sword' milik Tiongkok. Pesawat ini diduga masih menjalani uji coba rahasia sebelum siap beroperasi. popsci.com

    Gambar ilustrasi Drone siluman 'Dark Sword' milik Tiongkok. Pesawat ini diduga masih menjalani uji coba rahasia sebelum siap beroperasi. popsci.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Bandara King Abdullah, di kota Jazan, Arab Saudi, diserang oleh drone atau pesawat tanpa awak. Sekitar 10 orang terluka dalam peristiwa Jumat malam tersebut.

    Saudi Press Agency (SPA) mengatakan serangan menargetkan Bandara King Abdullah yang terletak di dekat perbatasan Yaman. Mengutip juru bicara koalisi yang dipimpin Arab Saudi, SPA mengatakan bahwa proyektil pertama ditembakkan dari pesawat tak berawak hingga menghancurkan jendela fasad bandara dan menyebabkan cedera.

    Sebuah pesawat tak berawak kedua yang sarat bahan peledak dicegat Sabtu pagi. Namun tak dijelaskan kerusakan atau cedera dalam peristiwa tersebut.

    Enam warga Saudi, tiga warga negara Bangladesh dan satu warga Sudan termasuk di antara mereka yang terluka dalam serangan pertama, menurut kantor berita Reuters.

    Sedikitnya lima korban hanya mengalami luka ringan, sedangkan lima lainnya belum diketahui secara langsung.

    Tidak ada yang mengaku bertanggung jawab langsung atas serangan itu. Namun sejumlah serangan yang menyasar Arab Saudi baru-baru ini diduga dilakukan oleh pasukan Houthi Yaman.

    Houthi sedang memerangi koalisi yang dipimpin Saudi, yang berusaha mengembalikan pemerintahan yang digulingkan di sana.

    Pada Rabu, empat pekerja juga terluka setelah koalisi mencegat pesawat tak berawak bermuatan bahan peledak yang menargetkan bandara Abha.

    Pada 31 Agustus, sebuah pesawat tak berawak menghantam bandara yang sama. Serangan drone melukai delapan orang dan merusak sebuah pesawat sipil.

    Terletak di pegunungan barat daya kerajaan, Abha adalah tujuan populer bagi wisatawan Saudi. Tidak ada rincian lebih lanjut tentang insiden terbaru.

    Arab Saudi melakukan intervensi dalam perang Yaman atas nama pemerintah yang diakui secara internasional pada tahun 2015. Houthi yang bersekutu dengan Iran berulang kali menargetkan kerajaan dalam serangan lintas perbatasan. Pada bulan Agustus, pemberontak meningkatkan operasi tersebut, menggunakan drone dan rudal.

    Setelah serangan terjadi, lalu lintas penerbangan di Bandara King Abdullah telah kembali normal.

    Baca: 5 Bandara Tercantik di Dunia, Ada yang Punya Lapangan Golf dan Air Terjun

    AL JAZEERA | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sembilan Hakim MK Terbelah dalam Putusan Uji Materil UU Cipta Kerja

    Mahkamah Konstitusi mengabulkan permohonan uji formil UU Cipta Kerja. Ada dissenting opinion.