Taliban Tolak Bekerja Sama dengan AS Atasi Teror ISIS di Afghanistan

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Pasukan Taliban bersenjata berjaga di Bandara Internasional Hamid Karzai yang telah ditinggalkan tentara Amerika Serikat, di Kabul, Afghanistan, 31 Agustus 2021. Kendaraan-kendaraan yang membawa anggota Taliban bersenjata tampak mengelilingi area landasan pacu Bandara Internasional Hamid Karzai di sisi utara lapangan terbang militer. REUTERS/Stringer

    Pasukan Taliban bersenjata berjaga di Bandara Internasional Hamid Karzai yang telah ditinggalkan tentara Amerika Serikat, di Kabul, Afghanistan, 31 Agustus 2021. Kendaraan-kendaraan yang membawa anggota Taliban bersenjata tampak mengelilingi area landasan pacu Bandara Internasional Hamid Karzai di sisi utara lapangan terbang militer. REUTERS/Stringer

    TEMPO.CO, JakartaTaliban menolak bekerja sama dengan Amerika Serikat untuk menahan gempuran ekstrimis ISIS di Afghanistan. Pertemuan Taliban dengan AS adalah pertama kalinya sejak penarikan pasukan Amerika di Afghanistan pada pertengahan Agustus lalu.

    Pejabat senior Taliban dan perwakilan AS bertemu akhir pekan ini di Doha, ibu kota Qatar. Pejabat kedua belah pihak mengatakan pembicaraan terkait masalah penanganan kelompok ekstremis ISIS-K serta evakuasi warga asing dan warga Afghanistan dari negara itu. Taliban mengisyaratkan bahwa evakuasi bisa dilakukan.

    Namun menurut juru bicara politik Taliban Suhail Shaheen kepada The Associated Press, Taliban tidak akan bekerja sama dengan Washington untuk menahan kelompok ISIS-K yang semakin aktif di Afghanistan. ISIS bertanggung jawab atas sejumlah serangan baru-baru ini, termasuk bom bunuh diri yang menewaskan 46 minoritas Muslim Syiah pada Jumat lalu. Serangan ini melukai puluhan orang lainnya saat mereka salat di sebuah masjid di utara kota Kunduz.

    “Kami dapat mengatasi Daesh (ISIS) secara independen,” kata Shaheen, ketika ditanya apakah Taliban akan bekerja dengan AS untuk menahan afiliasi ISIS.

    ISIS telah melakukan serangan terhadap Syiah sejak kelompok ini muncul di Afghanistan timur pada 2014. ISIS juga dipandang sebagai kelompok teror yang menimbulkan ancaman terbesar bagi Amerika Serikat karena potensinya melancarkan serangan terhadap target Amerika.

    Pertemuan di Doha adalah yang pertama sejak pasukan AS menarik diri dari Afghanistan. Namun AS menyatakan bahwa pembicaraan itu bukan berarti Amerika mengakui pemerintahan Taliban.

    Pembicaraan terjadi dua hari sdetelah diskusi yang sulit antara pejabat Pakistan dan Wakil Menteri Luar Negeri AS Wendy Sherman di Islamabad. Para pejabat Pakistan mendesak AS untuk terlibat dengan penguasa baru Afghanistan dan mengeluarkan miliaran dolar dana internasional untuk mencegah kehancuran ekonomi. Pakistan juga berpesan kepada Taliban agar lebih inklusif dan memperhatikan hak asasi manusia dan kelompok etnis dan agama minoritas.

    Baca: Gembiranya Taliban Menyerbu Taman Hiburan, Main Bajak Laut hingga Korsel Terbang

    AP NEWS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Semeru: Fakta dan Data...

    Semeru mengalami peningkatan aktivitas vulkanis pada 4 Desember 2021. Erupsi Semeru kali ini diduga akibat curah hujan tinggi dan sejumlah faktor.