Kematian COVID-19 Brasil Tembus 600.000, Kedua Setelah Amerika Serikat

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Demonstran memegang salib selama protes untuk memberi memperingati 600.000 kematian COVID-19 Brasil dan memprotes penanganan Presiden Brasil Jair Bolsonaro terhadap pandemi penyakit virus corona, di Brasilia, Brasil, 8 Oktober 2021. [REUTERS/Ueslei Marcelino]

    Demonstran memegang salib selama protes untuk memberi memperingati 600.000 kematian COVID-19 Brasil dan memprotes penanganan Presiden Brasil Jair Bolsonaro terhadap pandemi penyakit virus corona, di Brasilia, Brasil, 8 Oktober 2021. [REUTERS/Ueslei Marcelino]

    TEMPO.CO, Jakarta - Brasil menjadi negara kedua di dunia yang melewati 600.000 kematian COVID-19 pada Jumat setelah Amerika Serikat.

    Presiden Jair Bolsonaro telah memancing kemarahan para ahli kesehatan karena kegagalannya menerapkan langkah-langkah untuk mengatasi pandemi. Bolsonaro telah mencerca lockdown, menyuarakan skeptisisme tentang vaksin, dan berulang kali menolak aturan masker di depan umum.

    Tetapi terlepas dari lonjakan kematian pada hari Jumat, sekarang ada tanda-tanda bahwa infeksi di Brasil akhirnya surut karena negara itu meningkatkan laju vaksinasinya. Lebih dari 70% orang Brasil telah menerima dosis pertama, dibandingkan dengan 65% di Amerika Serikat, yang melewati 600.000 kematian pada bulan Juni. Brasil menjadi negara kedua yang melewati angka 600.000 kematian COVID-19 setelah AS yang telah mencatat 712.695 kematian, CNN melaporkan.

    "Tingkat penolakan vaksin sangat rendah, itu membuat negara lain iri," kata Alexandre Naime Barbosa, kepala epidemiologi di Universitas Negeri Sao Paulo, dikutip dari Reuters, 9 Oktober 2021. "Itu sangat penting bagi Brasil untuk menahan pandemi."

    Brasil juga tampaknya telah terhindar dari varian Delta yang terburuk sejauh ini, dengan kematian terdaftar dan kasus turun meskipun muncul jenis yang lebih menular.

    Kematian turun 80% dari puncaknya lebih dari 3.000 per hari pada bulan April, dan Brasil tidak lagi memiliki salah satu angka kematian harian tertinggi di dunia.

    Kementerian Kesehatan Brasil mencatat 615 kematian COVID-19 baru pada hari Jumat, sehingga totalnya menjadi 600.425 sejak pandemi dimulai.

    Pakar kesehatan berspekulasi bahwa efek awal yang menghancurkan di Brasil dari varian Gamma, juga disebut P1, mungkin telah mempengaruhi jalannya varian Delta, yang menyebabkan kasus di tempat lain melonjak secara signifikan.

    Awal bulan ini, ribuan pengunjuk rasa berkumpul di kota-kota besar di seluruh Brasil, menyerukan pemakzulan Presiden Jair Bolsonaro di tengah memburuknya kondisi ekonomi, meningkatnya pengangguran, dan kelaparan di negara yang dilanda COVID-19 ini.

    Baca juga: RS Brasil Ini Diam-diam Beri Ivermectin ke Pasien Tanpa Izin, Dampaknya Fatal

    REUTERS | CNN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Semeru: Fakta dan Data...

    Semeru mengalami peningkatan aktivitas vulkanis pada 4 Desember 2021. Erupsi Semeru kali ini diduga akibat curah hujan tinggi dan sejumlah faktor.