PM Singapura: Covid-19 Telah Menjadi Penyakit Ringan seperti Flu

Reporter

Tempo.co

Editor

Yudono Yanuar

Sabtu, 9 Oktober 2021 13:06 WIB

Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong bersama istrinya Ho Ching, saat tiba di tempat pemungutan suara saat pemilihan umum di Singapura, 10 Juli 2020. Sekitar 1.100 tempat pemungutan suara di seluruh negara-kota disiapkan untuk menggelar pemilu dengan mengedepankan protokol kesehatan. REUTERS/Edgar Su

TEMPO.CO, JakartaSingapura akan membutuhkan tiga sampai enam bulan untuk mencapai "normal baru" dalam hal pelonggaran pembatasan dan masyarakat melanjutkan rutinitas mereka dalam pandemi Covid-19, kata Perdana Menteri Lee Hsien Loong, Sabtu, 9 Oktober 2021.

"Kami membutuhkan setidaknya tiga bulan, dan mungkin selama enam bulan, untuk sampai ke sana," kata Lee Hsien Loong dalam pidatonya seperti dikutip Reuters.

Negara kota dengan populasi 5,45 juta itu telah melaporkan lebih dari 3.000 infeksi Covid-19 setiap hari selama sepekan terakhir, meskipun hampir semuanya tanpa gejala atau ringan. Lebih dari 80% populasi divaksinasi lengkap.

Menurut dia, warga Singapura harus memperbarui pola pikir mereka tentang Covid-19, namun tidak perlu dilumpuhkan oleh rasa takut.

Dalam menguraikan langkah-langkah yang harus diambil agar negara itu bisa hidup dengan virus corona, Lee mendorong protokol kesehatan yang disederhanakan dan kebutuhan untuk terhubung kembali dengan dunia.

Berbicara dalam pidato langsung yang disiarkan televisi, Lee mengatakan Covid-19 telah menjadi penyakit ringan yang dapat diobati bagi sebagian besar penduduk.

Ini, katanya, terutama terjadi pada mereka yang masih muda atau divaksinasi lengkap.

“Jadi bagi 98% dari kita, jika kita tertular Covid-19, kita bisa sembuh sendiri di rumah, seperti yang kita lakukan jika kita terkena flu,” katanya seperti dikutip Channel News Asia.

Namun ia juga mengatakan, ancaman Covid-19 terutama bagi para lansia dan yang tidak divaksinasi tetap nyata.

Itulah sebabnya Singapura bergeser untuk sangat bergantung pada pemulihan di rumah, kata Lee, yang menambahkan bahwa langkah itu akan menjadi norma untuk kasus corona.

“Anda bisa sembuh di lingkungan rumah yang akrab, tanpa stres dan repot-repot memasukkan diri Anda ke fasilitas perawatan. Jika sebagian besar dari kita dapat pulih di rumah, itu akan sangat meringankan beban rumah sakit, dokter, dan perawat kita,” katanya.

Sederhanakan Protokol Kesehatan

Karena Covid-19 telah menjadi penyakit yang dapat dikelola, Lee mengatakan Singapura sekarang harus “secara drastis” menyederhanakan protokol kesehatan.

“Tidak ada lagi flow chart yang rumit,” katanya. “Orang-orang harus jelas apa yang harus dilakukan jika mereka dites positif, atau jika mereka melakukan kontak dengan seseorang yang terinfeksi.”

Dia menambahkan bahwa setiap orang juga perlu mengambil tanggung jawab pribadi dan sosial, seperti menguji diri sendiri jika perlu, mengisolasi diri jika mereka dinyatakan positif atau berkonsultasi dengan dokter jika mereka memiliki gejala.

“Mengetahui apa yang harus dilakukan, kita tidak akan lagi menemukan Covid-19 sebagai penyakit yang menakutkan,” katanya, sambil mendesak penduduk untuk melakukan bagian mereka untuk menjaga semua orang aman, khususnya mereka yang lebih rentan, seperti lansia yang belum divaksinasi.






Bebas Covid, 8 Satwa Liar Dilepas ke Suaka Margasatwa Dangku

1 jam lalu

Bebas Covid, 8 Satwa Liar Dilepas ke Suaka Margasatwa Dangku

Delapan satwa liar tersebut meliputi empat owa siamang, dua beruang madu , satu kucing hutan, dan satu binturong.


Dana PEN Bangka Belitung Terserap Rp 319,14 Miliar hingga Juni

1 jam lalu

Dana PEN Bangka Belitung Terserap Rp 319,14 Miliar hingga Juni

Dana PEN akan difokuskan untuk penanganan Covid-19 dan penguatan pemulihan ekonomi daerah.


Perdana Sejak Pandemi Covid-19, Xi Jinping Lawatan ke Hong Kong

4 jam lalu

Perdana Sejak Pandemi Covid-19, Xi Jinping Lawatan ke Hong Kong

Kunjungan Xi Jinping ke Hong Kong akan menjadi perjalanan pertamanya ke luar Cina sejak pandemi Covid-19 sekitar 2,5 tahun lalu.


Riza Patria Sebut Kasus Covid-19 DKI Jakarta Meningkat: BOR 12 Persen, ICU 11 Persen

6 jam lalu

Riza Patria Sebut Kasus Covid-19 DKI Jakarta Meningkat: BOR 12 Persen, ICU 11 Persen

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyatakan kasus Covid-19 di Jakarta terus meningkat.


Produksi Toyota di Jepang Mei Turun, Indonesia dan Thailand Naik

9 jam lalu

Produksi Toyota di Jepang Mei Turun, Indonesia dan Thailand Naik

Penurunan produksi Toyota di Jepang disebabkan oleh kekurangan pasokan chip semukonduktor dan suku cadang karena lockdown Covid-19 di Cina.


Gejala Terbanyak Omicron BA.4 dan BA.5, Bukan Cuma Batuk

11 jam lalu

Gejala Terbanyak Omicron BA.4 dan BA.5, Bukan Cuma Batuk

Tak cuma batuk, gejala Omicron BA.4 dan BA.5 juga meliputi sakit tenggorokan, pilek, dan demam. Jangan disepelekan.


Bukan Cuma Covid-19, Pakar Ingatkan Ancaman Campak dan Rubella

1 hari lalu

Bukan Cuma Covid-19, Pakar Ingatkan Ancaman Campak dan Rubella

Dokter mengatakan campak, rubella, dan difteri masih menjadi ancaman bagi anak-anak dan harus segera dicegah penyebarannya melalui imunisasi.


Update Covid-19 Jakarta Hari Ini Ada Tambahan 838 Kasus Positif

1 hari lalu

Update Covid-19 Jakarta Hari Ini Ada Tambahan 838 Kasus Positif

Update Covid-19 di Jakarta hari ini mencatat ada kenaikan 838 kasus positif.


Kasus Covid-19 Kembali Tinggi, Perhatikan Juga Gejala di Perut

2 hari lalu

Kasus Covid-19 Kembali Tinggi, Perhatikan Juga Gejala di Perut

Tak hanya gejala umum macam batuk dan demam, gejala Covid-19 juga bisa terdeteksi di perut. Berikut di antaranya.


Jepang dan UNICEF Beri Bantuan Mesin Pendingin Vaksin Covid-19 ke Indonesia

2 hari lalu

Jepang dan UNICEF Beri Bantuan Mesin Pendingin Vaksin Covid-19 ke Indonesia

Jepang dan UNICEF menyerahkan 300 unit mesin pendingin vaksin kepada Kementerian Kesehatan RI untuk mendukung pemberian vaksin Covid-19 di Indonesia.