Presiden Xi Jinping Bersumpah Satukan Kembali Cina dan Taiwan

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Presiden Cina Xi Jinping.[REUTERS]

    Presiden Cina Xi Jinping.[REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Xi Jinping bersumpah untuk mewujudkan "penyatuan kembali" Cina dengan Taiwan. Meskipun tidak secara langsung menyebutkan penggunaan kekuatan, namun seminggu terakhir Cina memamerkan kekuatan dengan memamerkan ratusan pesawat tempur di wilayah udara Taiwan sehingga menimbulkan ketegangan.

    Taiwan yang diperintah secara demokratis mendapat tekanan militer dan politik yang meningkat dari Beijing untuk menerima kedaulatannya, tetapi Taipei telah berjanji untuk mempertahankan kemerdekaan mereka dan bahwa hanya rakyat Taiwan yang dapat memutuskan masa depan mereka.

    Berbicara di Balai Besar Rakyat Beijing, Sabtu, 9 Oktober 2021, Xi mengatakan orang-orang Cina memiliki "tradisi mulia" dalam menentang separatisme.

    "Separatisme kemerdekaan Taiwan adalah hambatan terbesar untuk mencapai penyatuan kembali tanah air, dan bahaya tersembunyi paling serius bagi regenerasi nasional," katanya pada peringatan revolusi yang menggulingkan dinasti kekaisaran terakhir pada 1911.

    "Tugas sejarah penyatuan kembali ibu pertiwi harus dipenuhi, dan pasti akan dipenuhi."

    Angkatan udara Cina menebar ancaman empat hari berturut-turut di zona pertahanan udara Taiwan mulai 1 Oktober, yang melibatkan hampir 150 pesawat, meskipun misi tersebut telah berakhir.

    Taiwan menyatakan bahwa mereka adalah negara merdeka yang disebut Republik Cina.

    Presiden Taiwan Tsai Ing-wen menyatakan, negerinya akan melakukan apa pun untuk mempertahankan diri. 


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    PTM 100 persen DKI Tetap Berjalan Meski Didesak Banyak Pihak

    Pemprov Ibu Kota tetap menerapkan PTM 100 persen meski banyak pihak mendesak untuk menghentikan kebijakan itu. Sejumlah evaluasi diberikan pihak DKI.