Delegasi AS dan Taliban Bertemu di Doha Hari Ini, Apa Agendanya?

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Wanita berjalan melewati sebuah toko dengan gambar seorang wanita yang ditutupi cat di Kabul, Afghanistan, Rabu, 6 Oktober 2021. Sejak Taliban berkuasa, semua gambar wanita di salon dan kios dicopot atau ditutupi. REUTERS/Jorge Silva

    Wanita berjalan melewati sebuah toko dengan gambar seorang wanita yang ditutupi cat di Kabul, Afghanistan, Rabu, 6 Oktober 2021. Sejak Taliban berkuasa, semua gambar wanita di salon dan kios dicopot atau ditutupi. REUTERS/Jorge Silva

    TEMPO.CO, Jakarta - Delegasi AS akan bertemu dengan perwakilan senior Taliban di Doha pada Sabtu dan Minggu, 9-10 Oktober 2021. Ini pertemuan tatap muka pertama di tingkat senior sejak Washington menarik pasukannya dari Afghanistan dan kelompok garis keras ini mengambil alih negara itu, kata dua pejabat senior pemerintah AS kepada Reuters.

    Delegasi AS mencakup pejabat dari Departemen Luar Negeri, USAID dan komunitas intelijen, akan minta Taliban memastikan perjalanan yang aman bagi warga AS dan lainnya keluar dari Afghanistan. Mereka juga minta agar warga AS yang diculik Mark Frerichs segera dibebaskan, kata pejabat itu.

    Prioritas utama lainnya adalah menahan Taliban pada komitmennya bahwa mereka tidak akan membiarkan Afghanistan kembali menjadi sarang al Qaeda atau ekstremis lainnya sambil menekan kelompok itu untuk meningkatkan akses bantuan kemanusiaan karena negara itu menghadapi prospek "yang benar-benar parah". dan "kontraksi ekonomi", kata pejabat AS.

    Perwakilan Khusus AS Zalmay Khalilzad, yang telah bertahun-tahun mempelopori dialog AS dengan Taliban dan menjadi tokoh kunci dalam pembicaraan damai dengan kelompok itu, tidak akan menjadi bagian dari delegasi tersebut.

    Tim AS akan mencakup Deputi Perwakilan Khusus Departemen Luar Negeri Tom West serta pejabat tinggi kemanusiaan USAID Sarah Charles. Di pihak Taliban, pejabat kabinet akan hadir.

    “Pertemuan ini merupakan kelanjutan dari keterlibatan pragmatis dengan Taliban yang telah kami lakukan mengenai masalah kepentingan nasional yang vital,” kata seorang pejabat senior pemerintah, yang berbicara dengan syarat anonim.

    "Pertemuan ini bukan tentang memberikan pengakuan atau memberikan legitimasi. Kami tetap jelas bahwa legitimasi apa pun harus diperoleh melalui tindakan Taliban sendiri. Mereka perlu membangun rekam jejak yang berkelanjutan," kata pejabat Amerika Serikat itu. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Semeru: Fakta dan Data...

    Semeru mengalami peningkatan aktivitas vulkanis pada 4 Desember 2021. Erupsi Semeru kali ini diduga akibat curah hujan tinggi dan sejumlah faktor.