AS Diam-diam Kirim Pasukan Khusus Latih Tentara Taiwan

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) mengungkapkan rincian varian terbaru dari pesawat tempur pembom JH-7 yang disebut JH-7A2. Melansir Globaltimes.cn, jet tempur JH-7A2 dikembangkan berdasarkan JH-7A, dan lebih meningkatkan kemampuan serangan permukaannya. Foto : China Military

    Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) mengungkapkan rincian varian terbaru dari pesawat tempur pembom JH-7 yang disebut JH-7A2. Melansir Globaltimes.cn, jet tempur JH-7A2 dikembangkan berdasarkan JH-7A, dan lebih meningkatkan kemampuan serangan permukaannya. Foto : China Military

    TEMPO.CO, Jakarta - Amerika Serikat mengirim pasukan operasi khusus ke Taiwan. Menurut sumber seperti dikutip dari Reuters, pasukan khusus AS itu ditugaskan untuk melatik tentara Taiwan.

    Sumber-sumber tersebut menolak memberi tahu berapa lama pelatihan telah berlangsung. Mereka hanya menyatakan pelatihan dilakukan sebelum Joe Biden menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat pada Januari lalu.

    Ada satu media Asia sebelumnya telah melaporkan pelatihan telah digelar. The Wall Street Journal merinci tentang pelatihan itu dengan mengutip pejabat AS yang tidak disebutkan namanya.

    "Saya tidak mengesampingkan kemungkinan bahwa Beijing menyadari hal ini," kata Bonnie Glaser, direktur Program Asia di German Marshall Fund. "Mempublikasikan ini akan memaksa China bereaksi. China kemungkinan akan melakukannya dengan meningkatkan tekanan terhadap Taiwan."

    Belum ada pernyataan resmi dari Pentagon. "Saya tidak bisa berkomentar tentang operasi, keterlibatan, atau pelatihan tertentu, namun saya ingin menyoroti bahwa dukungan kami dan hubungan pertahanan dengan Taiwan tetap selaras terhadap ancaman yang ditimbulkan oleh Republik Rakyat China," kata juru bicara Pentagon John Supel.

    Kementerian Pertahanan Taiwan juga menolak mengomentari hal ini. "Semua pertukaran militer dilakukan sesuai dengan rencana tahunan," ujar pernyataan resmi dari Kementerian Pertahanan Taiwan.

    Reaksi keras diungkapkan China. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian mengatakan bahwa Amerika Serikat harus menghentikan hubungan militer dan penjualan senjata ke Taiwan untuk menghindari memburuknya hubungan bilateral. "Pihak AS harus menyadari bahwa masalah Taiwan adalah hal yang sensitif," katanya.

    "China akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk melindungi kedaulatan dan integritas teritorialnya," katanya.

    China menyatakan Taiwan adalah bagian dari wilayahnya, bukan sebagai negara. China akan mengambil pulau itu dengan paksa. Sebaliknya Taiwan mengatakan bahwa mereka adalah negara merdeka dan akan mempertahankan demokrasi dan kebebasannya.

    Baca: Taiwan Cari Dukungan Negara Barat Setelah Pesawat Cina Terobos Wilayah Udaranya

    REUTERS | AL JAZEERA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Semeru: Fakta dan Data...

    Semeru mengalami peningkatan aktivitas vulkanis pada 4 Desember 2021. Erupsi Semeru kali ini diduga akibat curah hujan tinggi dan sejumlah faktor.