Amerika Sukses Uji Terbang Senjata Hipersonik Buatan Raytheon

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pentagon di Washington. REUTERS/Yuri Gripas

    Pentagon di Washington. REUTERS/Yuri Gripas

    TEMPO.CO, Jakarta - Pentagon pada Senin mengumumkan Amerika Serikat telah berhasil menguji kendaraan untuk senjata hipersonik yang mampu melaju lebih cepat dari lima kali kecepatan suara. Tes ini menandai uji coba pertama yang berhasil dari kelas senjata tersebut sejak 2013.

    Uji coba terbang tersebut dilakukan saat Amerika Serikat dan para pesaing globalnya berlomba membangun senjata hipersonik, generasi senjata masa depan yang bakal menjadi senjata ampuh dalam perang konvensional.

    Pada bulan Juli, Rusia mengatakan telah berhasil menguji rudal jelajah hipersonik Tsirkon (Zirkon), senjata yang oleh Presiden Vladimir Putin klaim sebagai bagian dari sistem rudal generasi baru yang tak tertandingi di dunia.

    Uji terbang dari Hypersonic Air-breathing Weapon Concept (HAWC) dilakukan minggu lalu, kata Defense Advanced Research Projects Agency atau DARPA.

    "Ini membawa kita selangkah lebih dekat untuk mentransisikan HAWC ke program rekor yang menawarkan kemampuan generasi berikutnya untuk militer AS," kata Andrew Knoedler, manajer program HAWC di Kantor Teknologi Taktis DARPA, dikutip dari Reuters, 28 September 2021.

    Tidak ada target tanggal untuk transisi itu, tetapi Knoedler mengatakan mereka sedang mempersiapkan tes penerbangan tambahan di akhir tahun ini.

    Pada 2019, Raytheon bekerja sama dengan Northrop Grumman untuk mengembangkan dan memproduksi mesin untuk senjata hipersonik. Teknologi mesin scramjet Northrop menggunakan kendaraan kecepatan tinggi dengan memampatkan udara yang masuk sebelum pembakaran untuk memungkinkan penerbangan berkelanjutan pada kecepatan hipersonik.

    Senjata hipersonik bergerak di atmosfer atas dengan kecepatan lebih dari lima kali kecepatan suara atau sekitar 6.200 kilometer per jam.

    "Rudal itu, yang dibuat oleh Raytheon Technologies, dilepaskan dari pesawat beberapa detik sebelum mesin scramjet (supersonic combustion ramjet) Northrop Grumman menyala," kata DARPA.

    DARPA mengatakan kendaraan HAWC beroperasi paling baik di atmosfer yang kaya oksigen, di mana kecepatan dan kemampuan manuver membuatnya sulit untuk dideteksi secara tepat waktu. DARPA mengklaim HAWC bisa menyerang target jauh lebih cepat daripada rudal subsonik dan memiliki energi kinetik yang signifikan bahkan tanpa bahan peledak tinggi.

    "DoD (Departemen Pertahanan) telah mengidentifikasi senjata hipersonik dan kemampuan kontra-hipersonik sebagai prioritas teknis tertinggi untuk keamanan negara kita," kata Wes Kremer, presiden unit bisnis Rudal & Pertahanan Raytheon.

    Baca juga: Putin Sebut Negaranya Siapkan Penangkal Senjata Hipersonik

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rachel Vennya Diduga Tak Menyelesaikan Masa Karantina Usai Pulang dari AS

    Rachel Vennya diduga tak menyelesaikan masa karantina yang semestinya ia lalui sepulang dari Amerika Serikat. Dugaan datang dari unggahan Instagram.