Gunung Berapi di La Palma Kembali Muntahkan Lava

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lava terlihat dari Tijarafe, menyusul letusan gunung berapi di Pulau La Palma, Kepulauan Canary, Spanyol, 25 September. [REUTERS/Jon Nazca]

    Lava terlihat dari Tijarafe, menyusul letusan gunung berapi di Pulau La Palma, Kepulauan Canary, Spanyol, 25 September. [REUTERS/Jon Nazca]

    TEMPO.CO, Jakarta - Gunung berapi di Pulau La Palma Spanyol mulai mengeluarkan lava lagi pada Senin setelah jeda, sementara ratusan orang di desa-desa pesisir siaga mengantisipasi lava pada hari-hari sebelumnya ketika mencapai laut dan melepaskan gas beracun.

    Semburan lahar muncul dari gunung berapi Cumbre Vieja di La Palma pada sore hari dan menuruni lereng gunung setelah beberapa jam tanpa letusan, menurut saksi mata Reuters, dikutip 28 September 2021.

    Jeda dan letusan baru terjadi delapan hari setelah lava mulai mengalir dari pegunungan di La Palma yang berpenduduk 83.000 dan bertetangga dengan Tenerife di Kepulauan Canary di lepas pantai Afrika Utara.

    "Mengaktifkan dan menonaktifkan adalah logis, alami dalam evolusi gunung berapi Strombolian," kata Miguel Angel Morcuende, direktur komite respon bencana Pevolca, mengacu pada jenis letusan dahsyat yang memancarkan debu.

    Rekannya di Pevolca, Maria Jose Blanco, mengatakan tingkat gas yang lebih rendah dan berkurangnya pasokan material di dalam kawah bisa menyebabkan penurunan aktivitas.

    Setelah ventilasi baru dibuka pada hari Minggu, rekaman drone Reuters menunjukkan sungai lahar panas merah mengalir menuruni lereng kawah, melewati rumah-rumah, dan petak tanah dan bangunan ditelan oleh lava hitam yang bergerak lebih lambat.

    Tidak ada korban jiwa atau cedera serius yang dilaporkan, tetapi sekitar 15% tanaman pisang di pulau itu bisa terancam, menghilangkan ribuan lapangan pekerjaan.

    Lava terlihat dari Tijarafe, menyusul letusan gunung berapi di Pulau La Palma, Kepulauan Canary, Spanyol, 26 September. [REUTERS/Jon Nazca]

    Sejak 19 September, lava hitam perlahan mengalir di sisi barat gunung berapi menuju laut, menghancurkan lebih dari 500 rumah serta gereja dan perkebunan pisang, menurut program pemantauan bencana Copernicus Uni Eropa, Reuters melaporkan.

    Maskapai penerbangan lokal Binter, yang telah merencanakan untuk melanjutkan penerbangan menuju dan dari pulau-pulau pada Senin sore, mengatakan kondisinya masih tidak aman dan semua penerbangan akan dibatalkan hingga Selasa.

    Portal media properti Spanyol Idealista memperkirakan kerusakan sekitar 178 juta euro (Rp2,9 triliun).

    Pada hari Senin, dua lidah lahar hitam yang sangat panas mengelilingi sebuah bukit di sebelah barat kota kecil Todoque, kurang dari satu kilometer dari Atlantik, tetapi pihak berwenang mengatakan mereka tidak dapat memastikan kapan lahar itu akan mencapai laut.

    Namun, sekitar 300 penduduk lokal di daerah pesisir San Borondon, Marina Alta dan Baja dan La Condesa telah berlindung di rumah mereka karena momen kontak antara lava gunung berapi Cumbre Vieja dan laut kemungkinan akan memicu ledakan dan memancarkan awan gas klorin.

    Baca juga: Letusan Gunung Cumbre Vieja Ancam 140 Ribu Ton Panen Pisang La Palma

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rachel Vennya Diduga Tak Menyelesaikan Masa Karantina Usai Pulang dari AS

    Rachel Vennya diduga tak menyelesaikan masa karantina yang semestinya ia lalui sepulang dari Amerika Serikat. Dugaan datang dari unggahan Instagram.