Target Hidup Normal Akhir Oktober, Korea Vaksinasi Remaja dan Booster Lansia

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wanita lanjut usia, yang telah divaksinasi penuh menikmati aquarobics di kolam renang di Seoul, Korea Selatan, 17 Juni 2021. REUTERS/Kim Hong-Ji

    Wanita lanjut usia, yang telah divaksinasi penuh menikmati aquarobics di kolam renang di Seoul, Korea Selatan, 17 Juni 2021. REUTERS/Kim Hong-Ji

    TEMPO.CO, JakartaKorea Selatan akan memulai vaksinasi Covid-19 untuk remaja berusia 12-17 tahun dan menawarkan suntikan penguat atau booster kepada warga berusia 75 tahun ke atas sebagai upaya negara itu untuk kembali hidup normal pada akhir Oktober 2021.

    Komite penasihat vaksinasi dari Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) memutuskan bahwa manfaat vaksinasi Covid-19 untuk anak-anak lebih besar daripada risikonya.

    Namun, Direktur KDCA Jeong Eun-kyeong menyarankan para orang tua yang memiliki anak sehat, misalnya tidak memiliki penyakit bawaan, untuk mempertimbangkan manfaat vaksinasi dalam membuat keputusan.

    Meskipun menyetujui vaksinasi untuk anak-anak berusia 12-17 tahun dengan suntikan Pfizer, KDCA dan pemerintah tidak mewajibkan semua anak untuk divaksin.

    Jeong mengatakan dosis booster awal dari vaksin Pfizer/BioNTech dan Moderna akan diberikan kepada mereka yang memiliki sistem kekebalan yang lemah atau dianggap berisiko tinggi, yaitu lansia serta penghuni dan staf panti jompo.

    Korsel berencana meningkatkan vaksinasi dan mengimunisasi penuh 90 persen warga yang berusia 60 tahun atau lebih, dan 80 persen warga berusia 18-59 tahun pada akhir Oktober.

    Lebih dari 91 persen orang berusia 60 tahun ke atas di negara itu telah menerima sedikitnya satu dosis vaksin.

    Vaksinasi sedang dilakukan bagi mereka yang berusia 18 tahun ke atas. Sebanyak 86 persen di antaranya telah mendapat suntikan pertama.

    Korsel saat ini berjuang melawan gelombang infeksi keempat sejak awal Juli, bekerja keras pada akhir pekan lalu untuk menahan lonjakan kasus.

    Kasus infeksi harian menembus angka 3.000 untuk pertama kalinya pekan lalu yang dipicu oleh hari libur nasional.

    Pada Minggu, negara itu melaporkan 2.383 kasus baru virus corona sehingga total infeksi menjadi 303.553 dengan 2.456 kematian.

    Terlepas dari jumlah kasus harian yang tinggi, Korsel telah mempertahankan rendahnya tingkat kematian yaitu 0,81 persen. Kasus Covid-19 yang parah pun relatif rendah dan stabil, yaitu 319 kasus pada Minggu.

    Sekitar 74 persen dari 52 juta penduduk Korea Selatan telah mendapat setidaknya satu dosis vaksin hingga Minggu, dan lebih dari 45 persen telah divaksinasi penuh.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rachel Vennya Diduga Tak Menyelesaikan Masa Karantina Usai Pulang dari AS

    Rachel Vennya diduga tak menyelesaikan masa karantina yang semestinya ia lalui sepulang dari Amerika Serikat. Dugaan datang dari unggahan Instagram.