Taliban Larang Cukur Jenggot dan Musik, Langgar Syariat Islam

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Vahdat,  seorang militan Taliban dan mantan tahanan berada dalam helikopter yang berada di Pangkalan Udara Bagram di Parwan, Afghanistan, 23 September 2021. WANA (West Asia News Agency) via REUTERS

    Vahdat, seorang militan Taliban dan mantan tahanan berada dalam helikopter yang berada di Pangkalan Udara Bagram di Parwan, Afghanistan, 23 September 2021. WANA (West Asia News Agency) via REUTERS

    TEMPO.CO, JakartaTaliban menerapkan syariat Islam di Afghanistan. Salah satunya adalah mewajibkan para pria memanjangkan jenggot.

    Tukang cukur di Provinsi Helmand, Afghanistan kini dilarang mencukur jenggot pria dan memainkan musik di salon. Peraturan baru tersebut adalah yang terbaru dari serangkaian penerapan hukum syariat Islam oleh Taliban.

    "Mulai hari ini mencukur jenggot dan bermain musik di tempat pangkas rambut dan pemandian umum sangat dilarang," kata otoritas setempat dalam sebuah pernyataan, Minggu, 26 September 2021.

    Jika ada yang mencukur jenggot atau memutar musik maka Taliban akan mengenakan sanksi sesuai syariat Islam. "Dan mereka tak memiliki hak untuk mengeluh," tulis Taliban dalam pernyataannya.

    Taliban mengklaim akan menerapkan aturan yang lebih ringan dibandingkan saat berkuasa dulu. Namun sejak mereka menguasai Afghanistan Agustus lalu, Taliban telah melakukan tindakan jeras mulai dari penahanan dan penyerangan terhadap wartawan serta mencambuki perempuan yang memprotes mereka. Terbaru adalah Taliban menggantung mayat tersangka kriminal di hadapan publik.

    Taliban juga tak mengizinkan anak perempuan dan perempuan Afghanistan untuk melanjutkan pendidikan menengah. Padahal sebelumnya Taliban berjanji akan mengizinkan perempuan belajar.

    Ketika terakhir berkuasa antara 1996 dan 2001, Taliban melarang perempuan dan anak perempuan bekerja dan bersekolah. Hak-hak mereka juga sangat dibatasi.

    Baca: Taliban Minta Penerbangan Internasional Afghanistan Dilanjutkan

    CNN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Peringkat Pertama Covid-19 Recovery Index Asia Tenggara: Begini Kondis

    Indonesia berada di peringkat pertama di Asia Tenggara dalam Covid-19 Recovery Index yang dirilis media Jepang. Ada hal yang masih jadi perhatian.