Top 3 Dunia: Taliban Gantung Mayat, Putin Liburan Setelah Isoman

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga melihat mayat yang digantung di Alun-alun Kota Herat, Afghanistan, 25 September 2021. Taliban mengatakan mereka akan terus menjatuhkan hukuman cepat dan berat pada pelanggar hukum untuk menghentikan kejahatan seperti perampokan, pembunuhan dan penculikan yang telah meluas di Afghanistan. REUTERS/Stringer

    Warga melihat mayat yang digantung di Alun-alun Kota Herat, Afghanistan, 25 September 2021. Taliban mengatakan mereka akan terus menjatuhkan hukuman cepat dan berat pada pelanggar hukum untuk menghentikan kejahatan seperti perampokan, pembunuhan dan penculikan yang telah meluas di Afghanistan. REUTERS/Stringer

    TEMPO.CO, Jakarta - Berita Top 3 Dunia sepanjang hari kemarin adalah Taliban yang membunuh empat penculik dan menggantung mayatnya di alun-alun kota. Berita lainnya adalah Presiden Rusia yang berlibur setelah isolasi mandiri dan terakhir Myanmar yang tak berpidato di sidang PBB di New York. Berikut berita lengkapnya:

    1. Taliban Bunuh Empat Penculik dan Gantung Mayatnya di Alun-alun Kota

    Otoritas Taliban di Kota Herat, Afghanistan barat, membunuh empat orang yang diduga penculik dan menggantung mayat mereka di depan umum, kata seorang pejabat pemerintah setempat pada Sabtu.

    Sher Ahmad Ammar, wakil gubernur Herat, mengatakan orang-orang itu telah menculik seorang pengusaha lokal dan putranya dan bermaksud membawa mereka ke luar kota, ketika mereka terlihat oleh patroli yang mendirikan pos-pos pemeriksaan di sekitar kota.

    Baku tembak terjadi di mana keempatnya tewas, sementara satu tentara Taliban terluka. "Jenazah mereka dibawa ke alun-alun dan digantung di kota sebagai pelajaran bagi para penculik lainnya," katanya, dilaporkan Reuters, 26 September 2021.

    "Ketika saya melangkah maju, saya melihat mereka membawa mayat di truk pikap, kemudian mereka menggantungnya di derek," katanya.

    Seorang saksi mengatakan kepada CNN bahwa kerumunan orang berkumpul untuk melihat mayat itu.

    Seorang mahasiswa dan aktivis di kota itu mengatakan kepada CNN bahwa orang-orang itu "ditembak selama operasi penyelamatan dan kemudian digantung untuk pelajaran."

    Rekaman mayat berlumuran darah, yang berayun di derek dibagikan secara luas di media sosial. Sebuah catatan disematkan di dada pria itu yang tertulis "Ini adalah hukuman untuk penculikan".

    Tidak ada mayat lain yang terlihat tetapi unggahan media sosial mengatakan yang lain digantung di bagian lain kota.

    Menurut kantor berita resmi Bakhtar, delapan penculik juga ditangkap dalam insiden terpisah di provinsi barat daya Afghanistan, Uruzgan.

    Dalam sebuah wawancara dengan Associated Press yang diterbitkan minggu ini, tokoh senior Taliban Mullah Nooruddin Turabi mengatakan kelompok itu akan mengembalikan hukuman seperti amputasi dan eksekusi untuk mencegah penjahat.

    Terlepas dari kecaman internasional, Taliban mengatakan mereka akan terus menjatuhkan hukuman cepat dan berat pada pelanggar hukum untuk menghentikan kejahatan seperti perampokan, pembunuhan dan penculikan yang telah meluas di Afghanistan.

    Amerika Serikat, yang mengecam komentar Turabi tentang hukuman Taliban, mengatakan setiap pengakuan potensial terhadap pemerintah yang dipimpin Taliban di Kabul, yang menggantikan pemerintah dukungan Barat yang runtuh bulan lalu, akan bergantung pada jaminan Taliban terhadap perlindungan hak asasi manusia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Peringkat Pertama Covid-19 Recovery Index Asia Tenggara: Begini Kondis

    Indonesia berada di peringkat pertama di Asia Tenggara dalam Covid-19 Recovery Index yang dirilis media Jepang. Ada hal yang masih jadi perhatian.