Pernikahan Putri Mako dari Jepang dengan Rakyat Biasa Diumumkan Oktober

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menyaksikan tayangan televisi yang menampilkan konferensi pers terkait pertunangan Putri Mako dengan Kei Komuro, di Tokyo, Jepang, 3 September 2017. REUTERS

    Warga menyaksikan tayangan televisi yang menampilkan konferensi pers terkait pertunangan Putri Mako dengan Kei Komuro, di Tokyo, Jepang, 3 September 2017. REUTERS

    TEMPO.CO, JakartaPutri Mako Jepang, yang akan melepas status kerajaannya demi menikah dengan teman kuliahnya, tidak akan mengambil uang pemberian pemerintah senilai 150 juta yen (sekitar Rp18 miliar).  Keputusan ini menjadi pembuka jalan bagi pasangan ini menikah setelah tertunda selama bertahun-tahun.

    Cucu perempuan Kaisar Akihito itu bersama Kei Komuro mengumumkan pertunangan mereka pada tahun 2017. Tapi pernikahan itu tertunda karena perselisihan keuangan antara ibu Komuro, yang tidak bisa membayar utang pada mantan tunangannya. 

    Pemerintah Jepang biasanya memberikan uang kompensasi pada bangsawan yang menyerahkan status mereka untuk menikahi rakyat jelata.

    Menurut NHK, penolakan Mako atas uang kompensasi, mempermulus jalan pasangan itu ke jenjang pernikahan yang tanggalnya diumumkan pada bulan Oktober.

    Pejabat Badan Rumah Tangga Kekaisaran tidak segera tersedia untuk berkomentar.

    Seorang penyiar Jepang, mengantisipasi pernikahan yang akan segera terjadi, baru-baru ini melacak Komuro di New York. Dia diperlihatkan memakai kuncir kuda, detail yang telah menyebabkan kegemparan di antara beberapa pengguna Twitter Jepang.

    Media mengatakan pasangan itu berencana untuk tinggal di Amerika Serikat. Di bawah hukum suksesi kerajaan khusus laki-laki Jepang, anggota perempuan dari keluarga kekaisaran kehilangan status mereka karena menikahi rakyat jelata.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Peringkat Pertama Covid-19 Recovery Index Asia Tenggara: Begini Kondis

    Indonesia berada di peringkat pertama di Asia Tenggara dalam Covid-19 Recovery Index yang dirilis media Jepang. Ada hal yang masih jadi perhatian.