AS Tambah Sumbangan Vaksin Covid-19 untuk Indonesia

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan pemaparan saat rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 2 September 2021. Rapat tersebut membahas pembahasan laporan keuangan Kemlu APBN tahun anggaran 2020, pembahasan rencana kerja anggaran Kemlu tahun anggaran 2022, program prioritas nasional dan prioritas Kemlu tahun 2022. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan pemaparan saat rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 2 September 2021. Rapat tersebut membahas pembahasan laporan keuangan Kemlu APBN tahun anggaran 2020, pembahasan rencana kerja anggaran Kemlu tahun anggaran 2022, program prioritas nasional dan prioritas Kemlu tahun 2022. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan pemerintah Amerika Serikat menambah bantuan 800 ribu vaksin Covid-19 untuk Indonesia. Tambahan tersebut membuat jumlah vaksin yang diterima Indonesia dari AS menjadi 12.665.060 dosis.

    Bantuan ini disalurkan melalui mekanisme global COVAX. “Ada komitmen baru menambah vaksin 800.000 dosis melalui COVAX Facility dan dalam waktu dekat akan tiba di Indonesia,” kata Retno ketika menyampaikan pernyataan pers secara virtual tentang kegiatannya di New York, Sabtu, 25 Septeber 2021.

    Dalam KTT Global Covid-19 yang diselenggarakan secara virtual pada Rabu pekan lalu, Presiden Joe Biden mengumumkan bahwa AS akan menyumbangkan tambahan 500 juta dosis vaksin Pfizer-BioNTech untuk dunia. Sumbangan akan dikirimkan ke negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah di seluruh dunia mulai Januari 2022.

    Komitmen tersebut mengubah jumlah total vaksin yang disumbangkan oleh AS menjadi lebih dari 1,1 miliar dosis.

    Hingga saat ini, AS telah mengirimkan hampir 160 juta dosis vaksin COVID-19 ke 100 negara secara gratis. Jutaan vaksin dikirimkan setiap harinya.

    Menurut Retno Marsudi , Indonesia selalu membahas penanganan covid-19 di dalam negeri dalam pertemuan bilateral dengan negara lain.

    “Dan saya sampaikan positivity rate di Indonesia saat ini rata-rata di bawah 2 persen atau di bawah standar WHO sebesar 5 persen. Sebelumnya, positivity rate Indonesia sempat mencapai titik 31 persen,” kata Retno, merujuk pada Organisasi Kesehatan Dunia.

    Menlu Retno Marsudi juga meminta negara-negara yang masih memasukkan Indonesia dalam daftar merah covid-19 19 untuk mempertimbangkan dan mengubah status tersebut. “Perancis sudah mengeluarkan Indonesia dari red list,” ujar dia.

    Selain itu, Indonesia juga menyampaikan keprihatinan terhadap ketimpangan, diskriminasi, dan politisasi vaksin.

    Baca: Riset di Malaysia: Vaksin Sinovac Efektif, Pfizer dan AstraZeneca Lebih Baik

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Peringkat Pertama Covid-19 Recovery Index Asia Tenggara: Begini Kondis

    Indonesia berada di peringkat pertama di Asia Tenggara dalam Covid-19 Recovery Index yang dirilis media Jepang. Ada hal yang masih jadi perhatian.