Tingkat Vaksinasi Rendah, Vietnam Tunda Pembukaan Destinasi Wisata

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petugas kesehatan yang mengenakan pakaian pelindung berjalan melewati penduduk setempat, yang telah kembali setelah melakukan perjalanan ke Da Nang, menunggu di pusat pengujian penyakit virus corona (COVID-19) di Hanoi, Vietnam 10 Agustus 2020. [REUTERS / Kham / File Photo]

    Seorang petugas kesehatan yang mengenakan pakaian pelindung berjalan melewati penduduk setempat, yang telah kembali setelah melakukan perjalanan ke Da Nang, menunggu di pusat pengujian penyakit virus corona (COVID-19) di Hanoi, Vietnam 10 Agustus 2020. [REUTERS / Kham / File Photo]

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Vietnam memutuskan untuk menunda pembukaan destinasi wisata Pulau Phu Quoc. Dikutip dari CNN, pembatalan dilakukan karena masih rendahnya angka vaksinasi warga di lokasi terkait akibat terbatasnya suplai vaksin.

    Sejatinya, destinasi wisata Pulau Phu Quoc akan dibuka pada Oktober ini. Jika angka vaksinasi meningkat signifikan pada Oktober ini, Vietnam tak menutup kemungkinan destinasi wisata sudah bisa dibuka untuk turis asing per November nanti. Sebagai catatan, Vietnam masih menutup pintu untuk semua pendatang dari luar negeri kecuali investor dan warga lokal.

    "Kami harus memastikan warga divaksinasi dulu untuk mendapatkan herd immunity, tapi jumlah vaksin tak mencukupi," ujar Ketua Dewan Warga Phu Quoc, Hyunh Quang Hung, Jumat, 24 September 2021.

    Untuk mencapai herd immunuty, Pulau Phu Quoc membutuhkan setidaknya 250.000 - 300.000 dosis vaksin COVID-19. Saat ini, di provinsi tempat Phu Quoc berada, Kien Giang, hanya 2,9 persen warganya yang sudah tervaksinasi pernuh.

    Phu Quoc sendiri, sejatinya, relatif berhasil mengendalikan pandemi COVID-19. Selama berbulan-bulan, tak ada kasus COVID-19 di sana. Namun, situasi berubah pada senin kemarin ketika kasus baru muncul. Hal itu yang membuat para pelaku usaha wisata di Phu Quoc dan pemerintah setempat berubah pikiran.

    Menurut laporan CNN, para pelaku usaha wisata di Phu Quoc memperkirakan akan ada 3000-5000 pendatang jika pariwisata dibuka. Para wisatawan pendatang tersebut akan diminta untuk menjalani protokol kesehatan COVID-19 dahulu. Belum diketahui apakah itu termasuk karantina tujuh hari seperti yang diminta Kementerian Kesehatan.

    Pariwisata Vietnam, perlu diketahui, adalah salah satu sektor yang terdampak berat ketika pandemi COVID-19 menyerang. Angka wisatawan menurun tajam dari 18 juta di tahun 2019 menjadi 3,8 juta tahun lalu. Keinginan untuk menggenjot pariwisata lagi mencuat ketika Vietnam melihat negara tetangga, Malaysia dan Thailand, sudah membuka Langkawi dan Phuket untuk wisatawan asing yang sudah vaksin.

    Baca juga: Ho Chi Minh Perpanjang Pembatasan Covid-19 hingga Akhir September

    ISTMAN MP | CNN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Persebaran Pengungsi di Indonesia Menurut UNHCR

    PBB mengucurkan dana untuk program respons sosial ekonomi inklusif untuk menghadapi Covid-19. UNHCR mendata persebaran penerima manfaat di Indonesia.