Prancis Kembali Tugaskan Dubes ke Amerika Usai Percakapan Biden - Macron

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Prancis Macron menghadiri konferensi video KTT Iklim, di Istana Elysee di Paris, Prancis, 22 April 2021. [Ian Langsdon / Pool via REUTERS]

    Presiden Prancis Macron menghadiri konferensi video KTT Iklim, di Istana Elysee di Paris, Prancis, 22 April 2021. [Ian Langsdon / Pool via REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Prancis dikabarkan telah 'move on' dari isu kapal selam nuklir Australia usai mendapat penjelasan dari Pemerintah Amerika. Dikutip dari kantor berita Reuters, Prancis bahkan telah memutuskan untuk mengirim kembali duta besarnya ke Amerika dan Australia.

    Sebelumnya, Prancis sempat menarik duta besarnya dari Amerika dan Australia. Hal itu sebagai bentuk protes atas proyek trilateral AUKUS di mana Amerika, Inggris, dan Australia bekerja sama untuk pengadaan kapal selam nuklir. Prancis merasa ditikung dalam perjanjian itu karena Australia membatalkan pengadaan kapal selam diesel dengan mereka sebagai imbasnya.

    "Kedua negara sepakat bahwa konsultasi terbuka antar sekutu perihal kepentingan strategis akan lebih menguntungkan," ujar keterangan bersama Pemerintah Amerika dan Prancis, dikutip dari kantor berita Reuters, Kamis, 23 September 2021

    Per berita ini ditulis, belum diketahui kapan tepatnya Dubes Prancis akan kembali ke Amerika dan Australia. Pemerintah Prancis hanya mengatakan bahwa hal itu akan dilakukan sesegera mungkin.

    Sementara itu, Presiden Joe Biden dan Presiden Emmanuel Macron dikabarkan akan kembali bercakap-cakap pada Kamis ini usai menggelar dialog via telepon pada Rabu kemarin. Menurut salah seorang sumber di pemerintahan, mereka akan membahas kelanjutan kerjasama antar kedua negara di berbagai sektor.

    Kemarin, kedua kepala negara itu membahas banyak selain kapal selam nuklir. Salah satu di antaranya soal program anti-terorisme di Sahel. Selain itu, keduanya juga membahas mekanisme konsultasi mendalam antara Prancis dan Amerika untuk membangun kembali rasa percaya terhadap satu sama lain.

    Baca juga: Kisruh Kapal Selam Nuklir Australia, Biden dan Macron Akhirnya Sepakat Bertemu

    ISTMAN MP | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rachel Vennya Diduga Tak Menyelesaikan Masa Karantina Usai Pulang dari AS

    Rachel Vennya diduga tak menyelesaikan masa karantina yang semestinya ia lalui sepulang dari Amerika Serikat. Dugaan datang dari unggahan Instagram.