Gedung Putih: Percakapan Macron dan Biden Soal Kapal Selam Australia Lancar

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden AS Joe Biden dan Presiden Prancis Emmanuel Macron berjalan di sepanjang trotoar selama KTT G7 di Carbis Bay, Cornwall, Inggris, 11 Juni 2021. REUTERS/Phil Noble/Pool

    Presiden AS Joe Biden dan Presiden Prancis Emmanuel Macron berjalan di sepanjang trotoar selama KTT G7 di Carbis Bay, Cornwall, Inggris, 11 Juni 2021. REUTERS/Phil Noble/Pool

    TEMPO.CO, Jakarta - Gedung Putih menyampaikan bahwa percakapan antara Presiden Amerika Joe Biden dan Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Rabu kemarin, salah satunya soal Australia, berlangsung lancar. Adapun keduanya membahas banyak hal mulai dari status hubungan kedua negara hingga kelanjutan proyek pengadaan kapal selam nuklir Australia yang dibantu Amerika.

    "Percakapan berlangsung selama 30 menit dan nuansanya bersahabat," ujar juru bicara Pemerintah Amerika, Jen Psaki, dikutip dari kantor berita Reuters, Kamis, 23 September 2021.

    Lebih lanjut, dalam percakapan itu, Biden dan Macron sepakat untuk bertemu lagi dalam waktu dekat. Selain itu, mereka juga sepakat untuk membentuk mekanisme konsultasi mendalam yang bertujuan untuk membangun rasa percaya terhadap satu sama lain dan mengusulkan langkah-langkah konkret untuk tujuan bersama.

    Pejabat Amerika, yang enggan disebutkan namanya, mengindikasikan bahwa pertemuan bilateral Amerika dan Prancis berikutnya bisa berlangsung pekan ini. Ia pun tak menutup kemungkinan pertemuan digelar Kamis ini.

    "Baik Biden mapun Macron sama-sama tahu bahwa kesamaan tujuan akan memperkuat hubungan kedua negara dan membangun kembali rasa saling percaya," sebagaimana dikutip dari laporan Al Jazeera.

    Diberitakan sebelumnya, Prancis dan Amerika tengah mengalami krisis diplomatik. Prancis merasa ditikung oleh Australia dan Amerika ketika mereka meneken kesepakatan AUKUS untuk pengadaan kapal selam nuklir. Sebab, sebelumnya, Australia sudah lebih dulu memiliki kesepakatan pengadaan kapal selam diesel dengan Prancis.

    Dengan ditekennya kesepakatan AUKUS, pengadaan kapal selam diesel oleh Prancis menjadi batal. Prancis bersikeras tidak diberitahu oleh Australia maupun Amerika soal rencana AUKUS. Sementara itu, Australia bersikeras Prancis sudah diberi tahu jauh-jauh hari bahwa kesepakatan akan dibatalkan.

    Menurut dokumen publik soal pembahasan proyek kapal selam diesel Prancis di Parlemen Australia, pembatalan sudah dipertimbangkan sejak tahun 2018. Beberapa kendala teknis membuat Australia ragu dan disarankan auditor untuk mempertimbangkan opsi lain yaitu kapal selam nuklir dengan Amerika dan Inggris.

    Baca juga: Kisruh Kapal Selam Nuklir Australia, Biden dan Macron Akhirnya Sepakat Bertemu

    ISTMAN MP | REUTERS



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ramai Tagar #PercumaLaporPolisi

    Kepolisian RI tengah dibanjiri kritik dari masyarakat dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, hingga ada tagar #PercumaLaporPolisi.