Lithuania Sarankan Warganya Buang Ponsel Cina karena Ada Sensor Bawaan

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung melihat ponsel terbaru Xiaomi Mi 9 yang dipamerkan dalam acara Mobile World Congress di Barcelona, 24 Februari 2019. REUTERS/Rafael Marchante

    Pengunjung melihat ponsel terbaru Xiaomi Mi 9 yang dipamerkan dalam acara Mobile World Congress di Barcelona, 24 Februari 2019. REUTERS/Rafael Marchante

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pertahanan Lithuania menyarankan agar konsumen tidak membeli ponsel Cina dan meminta warga Lithuania untuk membuang ponsel Cina yang mereka miliki saat ini setelah laporan pemerintah menemukan perangkat tersebut memiliki kemampuan sensor bawaan.

    Ponsel andalan yang dijual di Eropa oleh raksasa ponsel pintar Cina Xiaomi Corp memiliki kemampuan bawaan untuk mendeteksi dan menyensor istilah seperti "Bebaskan Tibet", "Hidup kemerdekaan Taiwan" atau "gerakan demokrasi", kata badan keamanan siber Lithuania pada Selasa, dikutip dari Reuters, 22 September 2021.

    Kemampuan dalam perangkat lunak ponsel Xiaomi Mi 10T 5G telah dimatikan untuk "wilayah Uni Eropa", tetapi dapat dihidupkan dari jarak jauh kapan saja, kata Pusat Keamanan Siber Nasional Kementerian Pertahanan Lithuania dalam laporan tersebut.

    "Rekomendasi kami adalah untuk tidak membeli ponsel Cina yang baru, dan membuang ponsel yang sudah dibeli secepat mungkin," kata Wakil Menteri Pertahanan Margiris Abukevicius kepada wartawan saat memperkenalkan laporan tersebut.

    Laporan Pusat Keamanan Siber Nasional Lithuania juga mengatakan ponsel Xiaomi mengirim data penggunaan ponsel terenkripsi ke server di Singapura. Cacat keamanan juga ditemukan di ponsel P40 5G oleh Huawei, tetapi tidak ada yang ditemukan di ponsel Cina lainnya, OnePlus, katanya.

    Perwakilan Huawei di Baltik mengatakan kepada kantor berita BNS, smartphone mereka tidak mengirim data pengguna secara eksternal.

    Laporan itu mengatakan daftar istilah yang dapat disensor oleh aplikasi sistem telepon Xiaomi, termasuk peramban internet default, saat ini mencakup 449 istilah dalam bahasa Cina dan terus diperbarui.

    "Ini penting tidak hanya untuk Lithuania tetapi untuk semua negara yang menggunakan peralatan Xiaomi," kata Pusat Keamanan Siber Lithuania dalam laporan tersebut.

    Xiaomi tidak menanggapi permintaan komentar Reuters.

    Hubungan antara Lithuania dan Cina telah memburuk baru-baru ini. Cina bulan lalu menuntut agar Lithuania menarik duta besarnya di Beijing dan mengatakan akan memanggil kembali duta besarnya di Vilnius setelah Taiwan mengumumkan misi Taiwan di Lithuania akan disebut Kantor Perwakilan Taiwan.

    Misi Taiwan di Eropa dan Amerika Serikat menggunakan nama kota Taipei, menghindari referensi ke pulau itu sendiri, yang diklaim Cina sebagai wilayahnya sendiri.

    Penasihat keamanan nasional Presiden AS Joe Biden Jake Sullivan berbicara dengan Perdana Menteri Lithuania Ingrida Simonyte pekan lalu dan menekankan dukungan untuk Lithuania dalam menghadapi tekanan dari Cina.

    Baca juga: Cina Kuasai 73 Persen Pasar Ponsel di Indonesia, Siapa Teratas?

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ramai Tagar #PercumaLaporPolisi

    Kepolisian RI tengah dibanjiri kritik dari masyarakat dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, hingga ada tagar #PercumaLaporPolisi.