Australia Minta Uni Eropa Tetap Lanjutkan Kesepakatan Dagang

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal selam Kelas Collins HMAS Collins, HMAS Farncomb, HMAS Dechaineux dan HMAS Sheean dalam formasi saat transit melalui Cockburn Sound, Australia Barat.[Angkatan Laut Australia/navy.gov.au]

    Kapal selam Kelas Collins HMAS Collins, HMAS Farncomb, HMAS Dechaineux dan HMAS Sheean dalam formasi saat transit melalui Cockburn Sound, Australia Barat.[Angkatan Laut Australia/navy.gov.au]

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perdagangan Australia mengatakan kesepakatan perdagangan antara Australia-Uni Eropa akan menguntungkan Uni Eropa di Indo-Pasifik, ketika Australia mencoba memperbaiki hubungan dengan Prancis setelah membatalkan kesepakatan kapal selam senilai US$40 miliar atau Rp570 triliun.

    Australia pekan lalu membatalkan kesepakatan dengan Naval Group Prancis untuk membangun armada kapal selam konvensional, dan sebaliknya, akan membangun setidaknya delapan kapal selam bertenaga nuklir dengan teknologi AS dan Inggris setelah mencapai kemitraan keamanan AUKUS.

    Pembatalan itu telah membuat marah Prancis, yang menuduh Australia dan Amerika Serikat menikamnya dari belakang, dan menarik duta besarnya dari Canberra dan Washington.

    Dalam solidaritas dengan Prancis, anggota parlemen UE secara terbuka mempertanyakan apakah kesepakatan perdagangan dengan Australia dapat dimungkinkan.

    Menteri Perdagangan Australia Dan Tehan pada hari Rabu mendesak Uni Eropa untuk maju dengan kesepakatan perdagangan.

    "FTA Australia-UE adalah demi kepentingan terbaik semua pihak," kata Tehan dalam pidatonya di Canberra, dikutip dari Reuters, 22 September 2021.

    "Uni Eropa akan menggunakannya sebagai cara untuk memperkuat keterlibatannya dengan Indo-Pasifik karena mereka menyadari bahwa kawasan itu menjadi potensi ekonomi dunia."

    Australia dan UE akan mengadakan putaran pembicaraan berikutnya tentang kesepakatan perdagangan pada 12 Oktober.

    Australia mengharapkan pembicaraan itu berlanjut, meskipun kemarahan yang mendalam terlihat jelas di New York saat pertemuan Majelis Umum PBB ketika seorang anggota parlemen senior Uni Eropa menolak berbasa-basi ketika berbicara dengan Perdana Menteri Australia Scott Morrison pada Selasa.

    "Bagi kami transparansi dan loyalitas adalah prinsip dasar untuk membangun kemitraan yang lebih kuat dan aliansi yang lebih kuat," kata Presiden Dewan Eropa Charles Michel kepada Morrison dalam pertemuan bilateral di New York, Selasa.

    Scott Morrison berada di Amerika Serikat untuk menghadiri dialog keamanan Quad, yang terdiri dari India, Jepang, Amerika Serikat, dan Australia, yang diadakan akhir pekan ini.

    Perdana Menteri Australia itu bertemu dengan Presiden AS Joe Biden di New York tetapi mengatakan dia tidak akan dapat bertemu dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

    Baca juga: Australia: Kapal Selam Bertenaga Nuklir Kami Tak Membawa Senjata Nuklir

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ramai Tagar #PercumaLaporPolisi

    Kepolisian RI tengah dibanjiri kritik dari masyarakat dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, hingga ada tagar #PercumaLaporPolisi.