Polisi Inggris Tangkap Pencuri Rosario Emas Ratu Skotlandia Mary Queen of Scots

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Potret Ratu Skotlandia Mary Queen of Scots oleh pelukis Franois Clouet.[Wikimedia]

    Potret Ratu Skotlandia Mary Queen of Scots oleh pelukis Franois Clouet.[Wikimedia]

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi Inggris pada Selasa menangkap seorang pria yang terlibat dengan pencurian manik-manik rosario emas yang dibawa oleh Ratu Skotlandia Mary Queen of Scots ke eksekusinya pada 1587, di antara barang-barang senilai lebih dari 1 juta poundsterling (Rp19 miliar) yang dicuri dari sebuah kastil di selatan Inggris.

    Ratu Mary, seorang Katolik Roma, digulingkan dari takhta Skotlandia kemudian dipenjara, dituduh berkhianat, dan dieksekusi mati atas perintah sepupunya yang Protestan Elizabeth I dari Inggris.

    Beberapa harta bersejarah lainnya termasuk cawan penobatan serta barang-barang emas dan perak, termasuk di antara jarahan yang diambil dari lemari pajangan di Kastil Arundel di daerah Sussex Barat pada Mei.

    Dikutip dari Reuters, 21 September 2021, Kepolisian Sussex mengatakan seorang pria berusia 45 tahun ditangkap atas dugaan perampokan pada Selasa di Eckington, Worcestershire, Inggris tengah. Pria itu masih ditahan untuk diinterogasi.

    "Penyelidikan kami terhadap perampokan Kastil Arundel masih berlangsung dan tindakan ini menandai langkah signifikan dalam penyelidikan kami," kata Inspektur Detektif Alan Pack dari Polisi Sussex.

    Enam pria lainnya ditangkap karena kejahatan yang tidak terkait dengan perampokan kastil.

    Pada bulan Juni, Kepolisian Sussex merilis foto dua tangga yang digunakan selama perampokan. Polisi mengatakan tangga digunakan untuk mengakses area ruang makan, di mana sebuah jendela dipaksa terbuka untuk masuk ke kastil.

    Ratu Mary sempat menjadi ratu Prancis. Dia kemudian diusir dari Skotlandia oleh bangsawan pemberontak dan melarikan diri ke selatan pada tahun 1568 pada usia 25, menyerahkan dirinya pada sepupunya Elizabeth.

    Tetapi karena banyak umat Katolik di seluruh Eropa yakin bahwa dia memiliki klaim yang lebih baik atas takhta Inggris daripada Elizabeth yang Protestan, Ratu Mary diasingkan.

    Ratu Skotlandia itu dikurung di berbagai kastil dan penjara Inggris, dihukum karena berkomplot melawan ratu Inggris, dijatuhi hukuman mati karena pengkhianatan atas tuduhan yang dia tolak dan akhirnya dipenggal.

    Baca juga: Bocor Dokumen Prosesi Pemakaman Jika Ratu Elizabeth II Meninggal

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Persebaran Pengungsi di Indonesia Menurut UNHCR

    PBB mengucurkan dana untuk program respons sosial ekonomi inklusif untuk menghadapi Covid-19. UNHCR mendata persebaran penerima manfaat di Indonesia.