Pekerja Indonesia di Malaysia Ikut Vaksinasi Covid-19 di Kuala Lumpur

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja migran antre mengikuti vaksinasi COVID-19 di Kongsi Kuala Lumpur, Taman Goodwood, Kuala Lumpur, Selasa (21/9/2021) yang digelar Migrant Care dan otoritas terkait. (ANTARA/Agus Setiawan)

    Pekerja migran antre mengikuti vaksinasi COVID-19 di Kongsi Kuala Lumpur, Taman Goodwood, Kuala Lumpur, Selasa (21/9/2021) yang digelar Migrant Care dan otoritas terkait. (ANTARA/Agus Setiawan)

    TEMPO.CO, JakartaSebanyak 219 pekerja migran Indonesia di Kuala Lumpur dan sekitarnya menjalani vaksinasi Covid-19 di kawasan Taman Goodwood, Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur, Selasa, 21 September 2021.

    Vaksinasi gratis itu diselenggarakan oleh Migrant Care, Kementerian Kesehatan, UNHCR, Bulan Sabit Merah, agen-agen pekerja dari Pertubuhan Kebangsaan Sumber Manusia Malaysia (Pusma), dan komunitas pekerja Indonesia di Malaysia, Serantau.

    Selain diikuti oleh pekerja Indonesia, baik yang berdokumen maupun tidak, vaksinasi juga diikuti oleh pekerja asal Filipina dan pengungsi Rohingnya di Malaysia.

    Hadir pada vaksinasi tersebut Ketua Migrant Care Malaysia, Alex Ong, Presiden Pusma, Zarina Binti Ismail, staf Konsuler KBRI Kuala Lumpur, Fauziah dan Herman dari Serantau,

    Alex Ong mengatakan vaksinasi digelar agar semua pekerja migran di kawasan Lembah Klang tidak tertular Covid-19.

    Menurut dia, pekerja yang tidak memiliki dokumen akan dibantu oleh Palang Merah atau Bulan Sabit Merah agar status vaksinasinya bisa dilaporkan ke Kementerian Kesehatan lewat aplikasi MySejahtera.

    "Program vaksinasi seperti ini akan dilanjutkan ke seluruh daerah di Lembah Klang," kata Alex Ong.

    Ong mengharapkan para majikan, agen dan pihak kedutaan agar mengizinkan pekerja mengikuti vaksinasi Covid-19.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Peringkat Pertama Covid-19 Recovery Index Asia Tenggara: Begini Kondis

    Indonesia berada di peringkat pertama di Asia Tenggara dalam Covid-19 Recovery Index yang dirilis media Jepang. Ada hal yang masih jadi perhatian.